Menlu Retno Sebut Evakuasi WNI Kemungkinan akan Dimulai

Warga Palestina yang memiliki dwikewarganegaraan, berjalan di Rafah, Jalur Gaza selatan yang berbatasan dengan Mesir, dengan harapan mendapatkan izin meninggalkan Gaza, di tengah konflik Israel-Hamas, 1 November 2023. (REUTERS/Arafat Barbakh)
Warga Palestina yang memiliki dwikewarganegaraan, berjalan di Rafah, Jalur Gaza selatan yang berbatasan dengan Mesir, dengan harapan mendapatkan izin meninggalkan Gaza, di tengah konflik Israel-Hamas, 1 November 2023. (REUTERS/Arafat Barbakh)

Pengamat: Serangan Israel ke Gaza Sudah Melampaui Batas

Pengamat hubungan internasional di Universitas Indonesia Yon Machmudi mengatakan serangan Israel ke Gaza sejak 7 Oktober lalu sudah melampaui batas.

Bacaan Lainnya

Retorika yang digunakan pejabat-pejabat Israel adalah serangan ditujukan pada Hamas, bukan Palestina; tetapi yang menjadi korban terbesar adalah warga sipil Palestina, ujarnya.

“Tapi kan realitasnya Gaza itu mayoritas Hamas, dan tidak bisa dinafikan bahwa dampak dari serangan memerangi Hamas itu justeru menimbulkan korban yang sangat banyak. Sebagian kemudian mengatakan ini mengarah pada upaya genosida,” ujarnya.

OKI, tambah Yon, harus mendesak dibukanya koridor kemaanusiaan di Gaza. Begitu ketegangan mencair, mereka yang disandera Hamas di Gaza pun dapat dibebaskan.

Sejak Israel mengelar serangan balasan ke Gaza pada 8 Oktober, jumlah korban tewas di sisi Palestina mencapai lebih dari 8.300 orang. Ini merupakan angka yang dikeluarkan sejumlah rumah sakit di wilayah yang dikontrol oleh Hamas. VOA belum dapat memverifikasi data ini secara independen.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan apabila pertempuran antara Israel dan Hamas tidak segera berhenti, bencana kesehatan masyarakat akan segera terjadi di Gaza.

Berbicara di Jenewa, juru bicara WHO Christian Lindmeier mengingatkan resiko kematian warga sipil yang tidak terkait langsung dengan perang.

Ini adalah bencana kesehatan masyarakat yang akan terjadi seiring dengan perpindahan massal, kepadatan penduduk serta kerusakan infrastruktur air dan sanitasi, ujarnya. Dan satu-satunya jalan keluar adalah dengan segera mengakhiri konflik Israel-Hamas.[voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 355

Pos terkait