JAKARTA – Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) 2023 sepakat memutuskan untuk menyamakan persepsi tentang pemilu damai setelah sebelumnya SMSI meminta arahan dari Kompolnas dan berkomunikasi dengan Polri.
Ketua Umum SMSI Firdaus menyatakan sepakat ikut menciptakan pemilu damai 2024 dengan meminta arahan ke Kompolnas seperti apa pemilu damai itu dan bagaimana masyarakat pers ikut terlibat menciptakan pemilu damai,
“Dan arahan beliau, harus bersinergi dengan pihak kepolisian yang bertanggung jawab terhadap keamanan itu;” kata Firdaus saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapimnas SMSI 2023 di Aula Hotel The Jayakarta, Jakarta Sabtu (27/10/2023).
Untuk itu, Firdaus mengaku pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kadiv Humas Polri. “Kadiv Humas menyambut baik. Dan bentuk sinergi seperti apa akan dibicarakan di Rapimnas ini,” kata Firdaus.
Ia menyebut pemilu damai versi pers belum tentu sama dengan pemilu damai versi polisi dan TNI. “Untuk itu, minimal ada benang merah yang menyatukan persepsi,” ujar Firdaus di hadapan Ketua Harian Kompolnas Irjen Pol (Purn) Dr. Benny Jozua Mamoto yang juga menjabat Ketua Dewan Pertimbangan SMSI.
Dalam Rapimnas tersebut, kata Firdaus, pihaknya juga akan menyikapi Peraturan Presiden tentang Media Berkelanjutan atau Publisher Right platform digital yang pengesahannya telah ditolak oleh Presiden RI. “Pada Rapimnas kita akan menyikapi tentang perpres,” katanya.
Karena itu, Firdaus berpesan kepada para pengurus dan anggota SMSI di seluruh Indonesia untuk terus berjuang. “Titip salam kepada kawan-kawan di daerah, tetaplah bekerja dengan baik. Tetaplah mengikuti seluruh peraturan Dewan Pers. Kalau mampu ikuti, kalau tidak, yang wajib sekali adalah berbadan hukum Indonesia,” ujar Firdaus yang disambut tepuk tangan para peserta Rapimnas.






