Indonesia Meriahkan “World Culture Festival” di Amerika

Perwakilan Indonesia di "World Culture Festival" berasal dari beragam latar belakang (Foto: VOA/Banny).
Perwakilan Indonesia di "World Culture Festival" berasal dari beragam latar belakang (Foto: VOA/Banny).

Menurutnya, promosi budaya juga bisa membantu memerangi intoleransi, “Kebudayaan adalah instrumen perdamaian, karena isu-isu politik, agama (dapat) memecah-belah,” lanjutnya.

Sonia Lakhiani, ketua yayasan Art of Living Indonesia, mengamini pernyataan Debbie. Untuk itu, perwakilan dari tanah air giat hadir dan tampil di World Culture Festival, yang telah diadakan empat kali sejak tahun 2006.

Bacaan Lainnya

Brandon Hill adalah salah satu pengunjung asal Amerika yang juga tengah menemani istrinya, Katheline Hill, salah satu penampil Wonderful Indonesia. Mereka terbang dari Roseville, California, untuk berpartisipasi dalam festival itu.

“Orang-orang dari berbagai budaya, ras, latar belakang dan berbagai daerah dari Amerika berkumpul di satu tempat berskala besar. Ini sangat indah. Mereka berkumpul untuk bersenang-senang. Saya menikmatinya,” ujar Brandon.

World Culture Festival adalah festival international yang sebelumnya diselenggarakan di India dan Jerman. Tahun ini, acara itu bertempat di sepanjang alun-alun Washington, National Mall.

Festival yang berlangsung selama tiga hari itu, menghadirkan pementasan budaya dari berbagai negara, kegiatan yoga dan meditasi, serta beragam suguhan kuliner di tenda dan truk-truk makanan.

Acara itu juga dihadiri banyak tokoh penting, termasuk presiden dan mantan presiden dari beberapa negara, Mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Wali Kota Washington D.C. Muriel Bowser, dan Duta Besar Indonesia untuk AS Rosan Roeslani. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 711

Pos terkait