Sejarah Singkat Karimun, Dari Zaman Sriwijaya Hingga Penjajahan Belanda

Sejarah Singkat Karimun, dari zaman Sriwijaya hingga penjajahan Belanda. Landmark Karimun di pantai dekat tugu MTQ, Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. (Dok, Humas Pemkab Karimun)
Sejarah Singkat Karimun, dari zaman Sriwijaya hingga penjajahan Belanda. Landmark Karimun di pantai dekat tugu MTQ, Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. (Dok, Humas Pemkab Karimun)

KABUPATEN Karimun bagian dari Provinsi Kepulauan Riau, merupakan daerah kepulauan yang dekat dengan Singapura dan Malaysia. Namun kali ini kita tidak membahas letak geografis kabupaten yang berjuluk Bumi Berazam ini, kita akan mengupas sejarah singkat Karimun, dari zaman Sriwijaya hingga penjajahan Belanda.

Karimun dengan ibukota Tanjung Balai Karimun yang terletak di Pulau Karimun Besar dulunya, yakni pada abad ke-13 berada di bawah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya, sehingga daerah ini dipengaruhi agama Budha yang dibuktikan dengan Prasasti Batu Bersurat di Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat.

Bacaan Lainnya

Seiring pergantian zaman sebagaimana dikutip dari laman karimunkab.go.id, Kerajaan Sriwijaya akhirnya runtuh, dan di Karimun mulai dipengaruhi agama Islam, seiring dengan lalu lalang kapal dagang Kerajaan Malaka di perairan Karimun.

Kerajaan Malaka mulai masuk Karimun pada tahun 1414 hingga pada tahun 1511 dikuasai oleh Portugis.

Keruntuhan Kerajaan Malaka memaksa Raja Sultan Mansyur Syah melarang keturunan raja-raja untuk tinggal di Malaka, dengan mendirikan kerajaan-kerajaan kecil, sehingga berdirilah Kerajaan Indrapura, Indrasakti, Indrapuri dan Indragiri.

Rakyat Malaka setelah wilayahnya dikuasai Portugis bertebaran lari pulau-pulau di Kepulauan Riau termasuk Pulau Karimun. Kerajaan Johor pun muncul menggantikan Kerajaan Malaka.

Oleh Kerajaan Johor, Karimun dijadikan basis angkatan laut untuk menentang Portugis di masa pemerintahan Sultan Mahmud Syah I (1518-1521) hingga Sultan Ala Jala Abdul Jalil Riayat Syah (1559-1591).

Baca Jurnal Berita Sejarah Lainnya: Bagi yang Belum Tahu, Ini Sejarah Terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau

Pada periode 1722-1784, Karimun dikuasai Kerajaan Riau-Lingga dan mencapai masa kejayaannya pada masa pemerintahan Raja Ali Haji. Karimun, khususnya Pulau Kundur kala itu terkenal dengan hasil perkebunan berupa gambir dan hasil tambang seperti timah dan granit.

Jauh sebelum penandatanganan Treaty of London, Kerajaan Riau-Lingga dan Kerajaan Melayu melebur menjadi satu dengan wilayah kekuasaan meliputi Kepulauan Riau, Singapura, Johor dan Malaka (Malaysia) dan sebagian kecil wilayah Indragiri Hilir.

Setelah Sultan Riau meninggal pada 1911, Pemerintah Hindia Belanda menempatkan amir-amirnya sebagai District Thoarden di daerah yang lebih luas dan Onder District Thoarden untuk daerah yang luasnya lebih kecil.

Pemerintah Hindia Belanda akhirnya menjadikan wilayah Riau-Lingga dan Indragiri dalam dua keresidenan atau afdelling, yaitu Afdelling Tanjungpinang dan Afdelling Indragiri. Sejarah Singkat Karimun, Dari Zaman Sriwijaya Hingga Penjajahan Belanda (*)

Total Views: 1518

Pos terkait