Karimun (Jurnal) – Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau akan mengusulkan pembangunan jembatan antarpulau yang mengkoneksi pulau-pulau ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq di Tanjung Balai Karimun, Kamis (19/12) mengatakan, konektivitas dengan pembangunan jembatan itu sudah dikaji oleh tim konsultan bersama Bappenas yang telah melakukan studi kelayakan.
“Ini konektivitas ini disampaikan Bupati dan telah memberikan agar DED-nya disiapkan. Anggaran daerah belum memungkinkan untuk pembangunan jembatan dari Pelalawan, Karimun dan Johor, dan tentu membutuhkan bantuan anggaran dari pusat,” katanya.
Sementara menunggu penganggaran dari pusat, Aunur Rafiq mengatakan, pembangunan jembatan tersebut masih menjadi tanggun jawab pemerintah daerah dengan melakukan perencanaan tahap awal.
Mengenai jembatan dari Pulau Kundur ke pulau di Provinsi Riau, ia mengatakan akan dibangun dengan anggaran bersama Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Riau.
“Yang berat itu adalah jembatan yang menghubungkan Pulau Karimun Kecil dan Johor, Malaysia yang tentunya membutuhkan persetujuan dan anggaran dari pusat,” katanya.
Menurut dia, prioritas utama adalah membangun jembatan antarpulau dalam Kabupaten Karimun, jika sudah dibangun tentu akan berlanjut sesuai dengan perencanaan.
“Ini ide jangka panjang yang memerlukan kajian dan dukungan semua pihak. Mudah-mudahan berapa tahun mendatang bisa terlaksana,” pungkasnya.
Adapun pulau yang akan dikoneksikan dengan membangun jembatan penghubung yakni Pulau Parit, Pulau Pumut, Pulau Tulang dan Pulau Kundur. (rdi)





