Kasus Gigitan Hewan Penyebar Penyakit Rabies di NTT Terus Bertambah

Seorang ibu menggendong anjingnya untuk mendapatkan vaksin rabies di Bali, Jumat, 7 Oktober 2016. (Foto: AP)
Seorang ibu menggendong anjingnya untuk mendapatkan vaksin rabies di Bali, Jumat, 7 Oktober 2016. (Foto: AP)

Upaya Pencegahan

Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan menerapkan tujuh langkah untuk pengendalian rabies di antaranya memberikan vaksinasi rabies kepada hewan-hewan peliharaan masyarakat yang masih sehat, juga melakukan eliminasi selektif kepada hewan penular rabies yang bergejala rabies.

“Pemilik HPR, baik anjing, kucing maupun kera untuk melihat gejala-gejala pada binatang yang dimiliki mereka atau hewan peliharaan yang dimiliki oleh mereka sehingga mereka bisa melakukan eliminasi sendiri. Jika mereka rasa bahwa ada perubahan perilaku dari pada hewan-hewan peliharaan mereka,” kata Adi Tallo.

Bacaan Lainnya

Hingga Sabtu (17/6) dilaporkan terdapat 1.003 ekor hewan penular rabies yang telah dieliminasi di berbagai desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Adi Tallo mengungkapkan pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya rabies yang baru pertama kali terjadi di wilayah itu.

“Posisi rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan selama ini baru ada sejak Januari hingga saat ini, sehingga pengetahuan tentang dampak dari pada rabies masih minim, sehingga kita selalu melakukan edukasi ke masyarakat bahwa ini sangat berbahaya bagi manusia,”papar Adi Tallo.

Total Views: 516

Pos terkait