Jalin Kerja Sama dengan Alishter, Pemkab Rohil Adakan Training Pestisida Terbatas

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Rohil bekerja sama dengan Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alister) Provinsi Riau, mengadakan Training User Pestisida Terbatas (TUPT), Selasa (17/05/2023). (Foto: Donald)
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Rohil bekerja sama dengan Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alister) Provinsi Riau, mengadakan Training User Pestisida Terbatas (TUPT), Selasa (17/05/2023). (Foto: Donald)

Bagansiapiapi, jurnalterkini.id — Pemkab Rokan Hilir melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bekerja sama dengan Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) Provinsi Riau, mengadakan Training User Pestisida Terbatas (TUPT).

Kerja sama ini guna mendukung program Bupati Rokan Hilir dan dilaksanakan di Kantor DKP Rohil, Jalan Batu Enam Kecamatan Bangko, Rokan Hilir, Riau, Selasa (17/05/2023).

Bacaan Lainnya

Acara TUPT tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pemkab Rohil Aldi dan yang dihadiri Kabid Tanaman Pangan DKP Pemkab Rohil Novri Hendra Gunawan, narasumber Kepala Koordinator Pelatihan Alishter Pusat Syafrizal, dan Ketua Klaster Alishter Provinsi Riau Dedi Cipto, serta kelompok tani.

Kepala DKP Pemkab Rohil Aldi dalam sambutannya menjelaskan pelatihan pestisida terbatas merupakan pestisida yang digunakan pada bidang tertentu, sebagaimana diatur dalam UU 22/2019 Tentang Sistim Budidaya Pertanian Berkelanjutan dan Permentan 43/2019.

“Untuk pelatihan yang kita laksanakan pada hari ini difokuskan pada penggunaan herbisida. Herbisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan gulma (rumput liar) yang menjadi pesaing bagi tanaman budidaya yang secara ekonomis dapat menimbulkan kerugian (kehilangan hasil/panen) bagi petani,” kata Aldi.

Penggolongan pestisida, terang Aldi, dapat dibagi menjadi 8 golongan, yaitu insektisida, herbisida, fungisida, rodentisida, nematosida, bacterisida, akarisida, dan moluskasida.

“Penggolongan jenis pestisida ini dimaksud untuk spesifik target/sasaran yang akan dikendalikan agar hasil yang diperoleh maksimal dan tepat sasaran,” tambah Aldi.

Diterangkan Aldi, penggunaan herbisida memberikan dampak positif dan dampak negatif bagi petani dan lingkungan sekitarnya. Yang perlu diantisipasi, ucapnya, adalah dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan herbisida baik bagi petani maupun lingkungan sekitar.

Total Views: 348

Pos terkait