Gerakan Memanen Air Hujan
Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Agus Maryono, menilai perlu ada gerakan besar untuk memanen air hujan, khususnya di wilayah yang saat ini masih terdapat hujan, mungkin sampai akhir Mei. Cara itu dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan distribusi air bersih pada saat musim kemarau.
Air hujan dapat ditampung di tandon air, sumur, bahkan dengan membuat kolam penampungan beralaskan terpal.
“Di negara maju memanen air hujan bukan lagi dianggap sebagai teknologi kuno, tradisional, ndeso. Kita harus memanen hujan itu keren dan orang-orang negara maju di Australia, Amerika, Jerman itu sekarang banyak menggunakan air hujan sebagai tambahan,” kata Agus.
Agus menjelaskan sumber air di sepanjang alur sungai yang mengering pada saat kemarau dapat ditemukan di tebing dan kaki tebing sungai. Masyarakat dapat membuat sumuran di tengah sungai atau membuat instalasi bor air di tengah atau pinggir sungai kering tersebut. [voa]
Jaringan: VOA






