Setara: Penambahan Kodam Bertentangan dengan Reformasi TNI

FILE - Operasi gabungan TNI-Polti mengamankan desa-desa di Nduga, Papua, pasca penembakan kelompok bersenjata awal Desember. (Foto Courtesy: Kapendam VXII Cendrawasih Papua)
FILE - Operasi gabungan TNI-Polti mengamankan desa-desa di Nduga, Papua, pasca penembakan kelompok bersenjata awal Desember. (Foto Courtesy: Kapendam VXII Cendrawasih Papua)

Juru Bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menghargai kritik yang disampaikan masyarakat sipil atas rencana penambahan Kodam. Namun, kata dia, sikap fobia militer tidak perlu dihembuskan terus menerus pada era demokrasi dan keterbukaan seperti sekarang. Ia khawatir sikap tersebut dapat membahayakan dan memperlemah upaya Indonesia memperkuat pertahanan di semua matra.

“Perluasan Kodam penting dan kebutuhan saat ini seiring upaya modernisasi alutsista udara, laut dan darat yang sedang dilakukan. Maka, penguatan komando teritorial sangat penting untuk menjaga setiap jengkal tanah dan air NKRI,” ujar Dahnil kepada VOA, Rabu (24/5/2023).

Bacaan Lainnya

Dahnil berpandangan semua sisi pertahanan perlu diperkuat di tengah dinamika geopolitik dan geostrategi global yang dinamis. Wacana penambahan Kodam di setiap provinsi sebelumnya disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman pada Februari 2023 lalu. Menurutnya, usulan tersebut sesuai dengan perintah Menteri Pertahanan. [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 644

Pos terkait