Pertemuan Bilateral dengan Korsel, Prancis dan Uni Eropa
Selain dengan Ukraina, Presiden juga mengadakan beberapa pertemuan bilateral dengan berbagai pemimpin negara, yaitu dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron, Presiden Republik Korea Yoon Suk Yeol serta dengan Presiden Komisi Uni Eropa (EU) Ursula von der Leyen.
Berbagai hal dibahas antarpemimpin negara tersebut, terutama dalam bidang ekonomi.
Dengan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen, Jokowi menyampaikan harapannya agar negosiasi terkait Indonesia-European Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dapat segera diselesaikan paling lambat tahun depan. Dalam kesempatan ini, keduanya juga membahas terkait regulasi deforestasi Uni Eropa.
Jokowi menegaskan, sedari awal Indonesia telah menyempaikan keberatannya atas regulasi tersebut. Menurutnya, regulasi ini dapat menghambat perdagangan dan merugikan petani kecil di Indonesia.
“Proses benchmarking dengan cut of date 2020 harus betul-betul terbuka dan objektif. Sebagai informasi, laju deforestasi Indonesia 2019-2022 telah turun 75 persen menjadi 115 ribu hektare. Ini laju terendah sejak 1990 dan terus mengalami penurunan,” kata Jokowi.
Sedangkan dengan Presiden Republik Korea, para pemimpin negara membicarakan kerja sama perdagangan antarkedua negara melalui IK-CEPA yang harus dilaksanakan semaksimal mungkin, termasuk di dalamnya dukungan atas 18 proposal proyek yang telah diajukan oleh Indonesia.
Selain itu, dalam bidang investasi, Jokowi meminta dukungan Presiden Yoon terhadap realisasi komitmen investasi sejumlah perusahaan Korea Selatan di Indonesia.
Sementara itu, dengan Presiden Macron, kedua pemimpin negara membahas beberapa hal penting, yakni mulai dari keanggotaan Indonesia di Financial Action Task Force (FATF) hingga pertahanan.
Kedua, Jokowi meminta dukungan Presiden Macron agar Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership (IUE-CEPA) dapat selesai tahun depan.
Ketiga, keduanya membahas investasi di sektor strategis. Jokowi pun menyambut baik keikutsertaan perusahaan Perancis dalam proyek hilirisasi Indonesia dan bantuan Prancis melalui Agence Francaise de Developpement (AFD) sebesar 500 juta euro dan Just Energy Transition Patnership.
Keempat, dalam bidang pertahanan dan alat utama sistem senjata (alutsista), Jokowi menyambut baik rencana joint venture PT Len Industri dsn Thales. [voa]
Jaringan: VOA





