Jokowi Tegaskan Indonesia Siap Jembatani Perdamaian Ukraina-Rusia

Bertemu dengan Presiden Ukraina Zelenskyy, Jokowi menyatakan Indonesia siap menjadi jembatan perdamaian antara Ukraina dan Rusia. (Foto: Biro Setpres)
Bertemu dengan Presiden Ukraina Zelenskyy, Jokowi menyatakan Indonesia siap menjadi jembatan perdamaian antara Ukraina dan Rusia. (Foto: Biro Setpres)

Serukan Perdamaian

Masalah keprihatinan mengenai peperangan tersebut kembali diungkapkan Jokowi saat pertemuan dengan para pemimpin G7. Ia mengajak semua pemimpin negara untuk berani melakukan sebuah revolusi besar guna menghentikan serta menghindari perang dan menciptakan perdamaian karena pada akhirnya perang hanya akan mengorbankan rakyat.

“Sebagai pemimpin kita harus punya keberanian dan kemauan melakukan revolusi besar untuk bawa perubahan dan perbaikan agar perang dapat dihentikan,” ungkap Jokowi.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan ini, Jokowi menyebut bahwa semua pihak menginginkan dunia yang damai, stabil dan sejahtera. Namun, justru faktanya keadaan saat ini tidak mencerminkan hal tersebut.

“Distrust makin tebal, rivalitas makin meruncing, perang dan konflik masih terjadi di mana-mana,” imbuhnya.

Jokowi menilai sejauh ini, berbagai upaya bersama yang dilakukan guna menyelesaikan perang belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hal, tersebut, katanya dapat memperparah berbagai krisis dunia yang juga semakin mengkhawatirkan.

Maka dari itu, Jokowi menegaskan bahwa perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran adalah tanggung jawab dan tujuan bersama. Ia, mengajak para pemimpin dunia untuk melakukan perubahan.

“Mari bersama lakukan perubahan,” tegasnya.

Pos terkait