Gadis kelahiran 15 Agustus 1999 itu pun tidak menampik beratnya perjuangan membawa nama negara di kompetisi internasional yang mengharuskan dirinya bersaing dengan peserta dari banyak negara.
Meskipun demikian, gadis berdarah Jawa itu juga sempat menyebut bahwa keberhasilannya di Kompetisi terkait finish di urutan 4.
“Tak dapat saya pungkiri bahwa ini adalah beban moral terberat yang pernah saya hadapi, karena membawa nama negara di kompetisi berkelas dunia kita harus siap bersaing dengan orang – orang hebat dari berbagai negara. Tapi meskipun begitu tetap bersyukur, karena walau hanya mendapatkan peringkat 4 atau Juara Harapan Satu, saya kira itu berkat do’a seluruh warga Meranti, umumnya masyarakat Indonesia,” tutup Sri Rahayu Lestari Putri. (shem)
Jurnalis: Samsir Ibrahim
Editor: Rusdianto






