Anambas, JurnalTerkini.id – Pasar Inpres lama Tarempa tidak terawat atap/bangunannya ditumbuhi pohon kayu yang sangat besar di Jalan Hang Tuah Pasar Inpres Terempa Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (9/2/2023).
Pasar Inpres Tarempa yang telah berdiri sejak dari tahun 1978 kini nampak kusam terkesan tidak terawat.Terlihat dari kondisinya sekarang ini dimana atap atapnya ada yang pecah dan dinding dindingnya kusam, sebahagian catnya terkelupas atap yang terbuat dari kayu juga sudah kelihatan keropos disana sini tidak terawat.layak untuk segera diperbaiki kembali. Selain tidak terawat pasar inpres tersebut kelihatan kumuh.
Lebih mirisnya lagi pasar tersebut di sebagian atapnya kini telah ditumbuhi beberapa pohon pohon yang sangat besar dan kokoh.
Sejak 2019, Perusda Anambas sudah vakum pengelolaan pasar dilimpahkan sementara ke Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMPP) di Anambas sebagai pihak pengelola dan pengawasan dan pasar ini terbengkalai yang membuat para pedagang agak resah dengan situasi saat ini.dengan adanya hidupnya sebatang pohon tersebut dapat membahayakan dan mengkeroposkan atap bangunan pasar.
Saat ditemui awak media, seorang pedagang kelontong di Pasar Inpres Tarempa Dedy (28) dan ditemani Meldi, mereka mengatakan kondisi seperti ini sudah berlangsung lama dan sudah beberapa kali telah disampaikan kepada pihak Perusda.
“Masih juga tidak mendapatkan tanggapan dan respon dari pihak pengelola, makanya kami hanya bisa pasrah,” ucapnya.
Dedy mengaku setiap bulan dipungut uang restribusi pasar sebesar 100 ribu lebih/bulannya tapi pelayanan dan kelayakan pemakaian pasar masih seperti ini.
Sementara itu, pedagang kaki lima yang berada di Pasar Inpres tarempa yang minta tidak disebutkan identitasnya meminta kepada pihak pemerintah untuk juga memperhatikan mereka dengan kondisi kios-kios mereka yang sudah mulai rusak.
“Kami berharap kedepannya kepada pihak pengelola pasar inpres tarempa yang terkait untuk segera melakukan menindaklanjuti atau segera memperbaikan dan memugar kembali Pasar Inpres ini dan pohon yang tumbuh di atas atap segera ditebang demi kenyamanan kami dan para pembeli di pasar ini,” katanya. (Agus)







