Upaya Jokowi “Merayu” Tesla Berinvestasi di Indonesia

FILE - CEO SpaceX Elon Musk menyambut Jokowi di Gedung Stargate SpaceX, 15 Mei 2022. Keduanya melakukan pertemuan sebelum mengunjungi fasilitas SpaceX.
FILE - CEO SpaceX Elon Musk menyambut Jokowi di Gedung Stargate SpaceX, 15 Mei 2022. Keduanya melakukan pertemuan sebelum mengunjungi fasilitas SpaceX.

Jakarta, JurnalTerkini.id – Presiden Joko Widodo berupaya “merayu” produsen mobil Amerika Serikat, Tesla Inc untuk berinvestasi di Indonesia

Presiden sudah dua kali mengadakan pembicaraan dengan CEO Tesla Elon Musk, pertama dalam pertemuan langsung dengannya di fasilitas SpaceX di Texas tahun lalu, dan kedua melalui pembicaraan telepon.

Bacaan Lainnya

“Saya bilang ke dia kalau kamu investasi di Indonesia, saya kasih konsesi nikel,” kata Jokowi dikutip dari laman voaindonesia.com, Rabu (1/2/2023), merujuk pada tawaran konsesi pertambangan di Indonesia.

Sejak 2020, Indonesia telah merayu Tesla untuk berinvestasi dalam industri baterai dan mobil sejak, dengan memanfaatkan cadangan bijih nikelnya yang kaya, yang dapat diproses untuk digunakan dalam baterai kendaraan listrik (EV).

Presiden Joko Widodo optimistis Tesla Inc. akan menyelesaikan kesepakatan untuk berinvestasi dalam pengadaan fasilitas produksi di Indonesia, setelah menawarkan berbagai insentif kepada mulai dari keringanan pajak hingga konsesi untuk menambang nikel .

Insentif lainnya berupa skema subsidi pembelian EV untuk membangun pasar Tesla di negara terpadat keempat di dunia itu, katanya, seraya menambahkan bahwa para menterinya sedang menyelesaikan pembahasan mengenai subsidi itu.

Presiden mengatakan ia “yakin” Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan dengan negara lain yang mungkin dipertimbangkan Tesla untuk investasi karena memiliki cadangan nikel terbesar dan pasar domestik yang besar.

Jokowi mengatakan terserah kepada Tesla untuk menerima tawaran untuk menambang nikel, dengan menegaskan bahwa Indonesia terbuka untuk investasi dalam rantai pasokan baterai EV dan mobil listrik.

“Kalau mereka mau mulai dari baterai EV, tidak apa-apa,” imbuhnya. (voa/rdi)

Total Views: 270

Pos terkait