Jon menjelaskan bahwa pindah muatan itu dilakukan guna mengindari adanya kebocoran pada MT Young Yong serta terjadinya eksplosif yang berasal dari pipa gas.
Dimana, kata dia, berdasarkan hasil survei bawah air (under water survey) bahwa terdapat aliran pipa gas menuju negara Singapura di lokasi kejadian.
“Besok jam 10 sudah bisa lakukan transfer muatan agar MT Young Yong ini bisa ditarik ke tempat yang lebih aman, kami khawatir kapal ini patah dan adanya eksplosif dari pipa gas itu,” jelasnya.
Diketahui MT Young Yong merupakan kapal milik perusahaan East Wind Ship Management Limited yang bermarkas di Hongkong, kapal ini memiliki spesifikasi GT 153.911 dengan panjang 320.28 meter, lebar 58 meter, serta tinggi 26.84 meter. (yra)





