Menurutnya, Pemerintah Provinsi maupun Pusat semestinya dapat bersikap adil terkait penentuan pelabuhan yang dapat melayani pelancong atau turis mancanegara tersebut.
“Jika pemerintah mau memperjuangkan, harusnya Karimun juga dibuka karena Karimun daerah wisata dan industri, namun kenapa hanya pelabuhan di tiga daerah di Kepri ini saja yang buka, saya tidak mau ada intimidasi atas perbedaan terkait hal ini,” kata Sulfanow.
Sulfanow mengatakan, Pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun sudah sangat siap untuk kembali melayani pelayaran internasional.
Seperti untuk pengawasan, Sulfanow Putra menyebutkan bahwa pelabuhan kebanggaan masyarakat Karimun itu, merupakan pelabuhan yang paling ketat pengawasannya selama pandemi Covid-19.
“Justru pelabuhan karimun yang paling ketat pintu masuknya, pengecekan dan pendataan oleh satgas Covid-19 setiap harinya bisa kita lihat sangat ketat dibandingkan daerah lain di Kepri,” kata Sulfanow.





