Dengan begitu, Agus berharap masyarakat kini tak perlu lagi khawatir terhadap pembangunan JPO pertama di Kabupaten Karimun tersebut.
“Pembangunan jembatan masih berjalan, sehingga masyarakat kami harapkan tidak perlu khawatir soal keamanan JPO ini, bangunan jembatan sangat kokoh untuk digunakan masyarakat,” ucapnya.

Diketahui, sebelumnya pembangunan JPO yang berada di depan Kantor Imigrasi Karimun dan Toko Buku Salemba ini menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Hal tersebut lantaran isu-isu yang beredar dan melalui pesan berantai di media sosial menyebut bangunan JPO berpotensi ambruk karena adanya sisi yang renggang antara jembatan utama dan tangga jembatan.
“Bantu share ke teman dktmu. Biar demi keselamatan semua kalau lewat lebih hati-hati. Suatu saat pasti ambruk jembatan itu,’ bunyi pesan berantai tersebut.
Pembangunan JPO tahap awal itu sendiri menelan biaya sekitar Rp2,2 miliar yang bersumber dari APBD murni Kabupaten Karimun tahun anggaran 2021.
Dimana, sari sisi Kantor Imigrasi sampai Toko Buku Salemba kurang lebih panjang JPO mencapai 22 meter, dengan ketinggian dari aspal 5,2 meter dengan konstruksi beton precast PCI grider.
JPO pertama tersebut rencananya akan dijadikan sebagai ikon baru Kabupaten Karimun.
Sementara untuk tahap kedua atau penyelesaian JPO seperti membangun atap dan fasilitas pendukung direncanakan juga akan dilakukan pada tahun ini. (yra)
Baca juga: Alami Kecelakaan Kerja, Seorang Pekerja di JPO Karimun Dilarikan ke Rumah Sakit





