Jembatan Batam-Bintan, Rakyat Kepri Membeli Mimpi untuk Indonesia

Selain letak geografisnya yang menguntungkan karena berada di pintu masuk Selat Malaka, dari sebelah timur juga berbatasan dengan pusat bisnis dan keuangan di Asia Pasifik. Dengan semangat ‘Berpancang Amanah Bersauh Marwah’, Provinsi Kepri ingin mewujudkan diri menjadi salah satu pusat pertumbuhan perekonomian nasional dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya Melayu yang didukung sumber daya masyarakat yang memiliki daya saing tinggi.

Telah silih berganti masa kepemimpinan di Kepri, dan kini berada di bawah Gubernur H. Ansar Ahmad dan wakil Gubernur Hj. Marlin Agustina membawa visi ‘Terwujudnya Kepulauan Riau yang Makmur, Berdaya Saing dan Berbudaya’.

Bacaan Lainnya

Saat ini, hanya dalam kurun waktu 19 tahun Kepulauan Riau telah menjelma  menjadi salah satu provinsi pemekaran baru di Indonesia yang patut diperhitungkan dan menjadi contoh atas keberhasilannya bagi provinsi lainnya.

Kepri memiliki 5 kabupaten dan 2  kota. Masing-masing kota Tanjungpinang, kota Batam, kabupaten Bintan, kabupaten Karimun, kabupaten Natuna, kabupaten Lingga dan kabupaten Kepulauan Anambas. Setiap kabupaten dan kota disekat oleh hamparan laut dan hanya bisa dikoneksikan dengan transportasi air. Setiap kabupaten dan kota yang ada di Kepri memiliki potensi alam masing-masing yang bisa dieksplorasi guna menumbuhkan perekonomian, dengan muara mensejahterakan masyarakatnya.

Kepri memiliki laut yang jauh lebih luas dibanding daratan, 96 persen berbanding 4 persen. Antara kabupaten dan kota yang satu dengan lain dipisahkan oleh laut. Dan untuk membangun sebuah daerah kelautan jelas membutuhkan dana dan tenaga yang serba ekstra. 

Total Views: 717

Pos terkait