Dengan begitu, ia berharap agar kelompok tani yang mendapat bantuan teknologi tersebut dapat memanfaatkannya sebaik mungkin.
“Saya berpesan kelompok tani dapat benar-benar memanfaatkan bantuan ini untuk peningkatan produktivitasnya dan hasil penjualan untuk pengembangan pertaniannya,” ucap Bupati.
Sementara itu, Kepala Kantor BI Perwakilan Kepri Musni Hardi K. Atmaja mengatakan, Proliga merupakan sistem budidaya komoditas pertanian dengan rangkaian teknologi yang mampu meningkatkan hasil panen hingga dua kali lipat dari biasanya.
Dimana, penerapan tersebut sebagai upaya pihaknya untuk mengendalikan inflasi komoditas pertanian di Kepri.
“Cabai merah salah satu komoditas penyumbang inflasi, karena itu kita berupaya mendorong pengembangan budidaya cabe ini agar produksinya meningkat dan kita harapkan dapat membantu pengendalian inflasi di Kepri,” kata Musni.
Musni mengatakan, pihaknya juga terus mendorong teknik budidaya Proliga itu kepada kelompok tani di Karimun dengan menggelar Sekolah Lapang Pertanian.
“Untuk itu hari ini kita gelar sekolah lapang pertanian kepada puluhan petani di Karimun agar teknik budidaya Proliga yang baik ini dapat direplikasi di lahan lainnya agar hasil tani nya lebih bagus lagi,” ucap Musni. (yra)
Baca juga: SPBU Coastal Area Karimun Jual Pertalite Bukan Harga Khusus, Ini Penyebabnya





