Effendy mengatakan, saat itu korban Hanim berhasil selamat karena bisa berenang sampai ke daratan.
Sementara korban Ardi, yang hilang tersebut tidak bisa berenang sampai ke darat karena penyakit yang ia derita.
“Korban tidak bisa berenang sampai ke darat karena punya penyakit sesak nafas, sehingga ia memilih berenang kembali ke sampan yang terapung-apung dalam kondisi terbalik,” kata Effendy.
Keesokan harinya, korban Hanim akhirnya bisa diselamatkan setelah keberadaanya diketahui oleh seorang nelayan yang kebetulan pulang dari menjaring kurau tak jauh dari pulau tempatnya menyelamatkan diri.
Sekitar pukul 07.00 WIB, Hanim dan nelayan tersebut kemudian langsung meminta bantuan masyarakat Desa Sanglar, untuk bersama-sama mencari keberadaan Ardi yang diduga tenggelam tersebut.
“Selain warga dan nelayan, proses pencarian juga dibantu oleh kepolisian dan TNI. Namun, sampai sekarang korban tak kunjung ditemukan,” jelas Kapolsek.
Lebih lanjut, Kapolsek memastikan bahwa pihaknya bersama warga sekitar akan terus berupaya mencari keberadaan korban yang berdomisili di Dusun I Rw 01 Rt 005 Tebing Desa Sanglar itu.
“Uspika Kecamatan Durai dan masyarakat ampai sekarang masih melaksanakan upaya pencarian terhadap korban,” ucapnya. (YRA)






