“Tiga korban kecelakaan Kereta Api kontra Bus Angkot telah teridentifikasi, dan satu orang Mr X, masih di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara tingkat II Medan,” kata Sonny Siregar, Minggu (5/12/2021) lalu.
Adapun kronologis tabrakan itu berawal saat palang pembatas sudah turun, kerena adanya Kereta Api dari arah Binjai menuju Stasiun Besar Kereta Api, Medan, melintas di Jalan Sekip Medan.
Meskipun palang sudah turun, angkota trayek 123 itu tetap menerobos palang pembatas. Dan pas berada di tengah rel, angkot tersebut mendadak mati mesin tepat di atas rel perlintasan.
Saat itu Kereta Api yang melaju kencang dengan cepat menabrak Angkot, hingga kondisinya ringsek berat.
Akibatnya 4 orang dinyatakan meninggal dunia dan 6 orang terluka. Adapun identitas korban tewas adalah:
-Asma Nur (42), warga Jalan Karya, Kecamatan Medan Barat.
-Faida Naila Harahap, warga Jalan Karya Kecamatan Medan Barat
-Batara Arengga Nasution (38), warga Jalan Kayu Putih, Rusunawa, Kecamatan Medan Marelan.
-Belum terindentifikasi (Mr X).
Berikut indentitas 6 korban luka, penumpang Angkot adalah :
-Novita Elisabeth Aruan (22), warga Jalan Kuali, Kelurahan Sei Putih Medan.
-Farida Ratnawaty (62), warga Jalan Jendral Ahmad Yani No 20 Medan
-Lindawati (38), warga Jalan Gereja Gang Aman Medan Barat Medan.
-Bayu Sulaiman (24), warga Jalan Pasar Pipa Medan.
-Eni Sureni Br Tarigan (18), warga Medan.
-Putri Sefyrawan, (19), warga Jalan Karya Lingkungan II Gang Karang Sari Medan. (Ronald Sihombing)





