Meranti (Jurnal) – Kian maraknya isu berkembang terkait bebasnya transaksional LGBT dikabupaten Kepulauan Meranti yang diduga pelakunya adalah anak dibawah umur, Para mahasiswa dari berbagai kampus pertanyakan antisipasi Pemda Kabupaten Kepulauan Meranti.
Bertempat di ruang Sekretaris Daerah (Setda), diskusi ringanpun dilakukan bersama Sekda Kabupaten Kepulauan Meranti Yulian Norwis.MM kemaren.
Muzakar Salim, Ketua Forum Badan Eksekutif Mahasiswa ( Forbem) Kabupaten Kepulauan Meranti berharap adanya tindakan yang nyata dari pemerintah daerah dalam memberantas isu yang sudah meluas ini.
“Kami selalu memberikan masukkan kepada kawan-kawan, jangan hanya berfikir kritis, kita harus memberi kontribusi kedaerah,entah dalam bentuk solusi ataupun perbuatan, Terkait LGBT, isu ini sebenarnya bukan hal yang baru baru, menanggapi hal ini kami dari pemuda Meranti, khususnya mahasiswa menjadi beban moral tersendiri karena anak daerah, karena ini kampung kite sendiri” Ujar Muzakar
Ditambahnya lagi “kami mengamati, banyak akun anak-anak meranti, entah itu akun bajakan atau bukan yang jelas mereka melakukan transaksi melalui Grub Facebook, dan banyak dari mereka adalah pelajar yang yang masih dibawah umur.” Sesal Mantan Ketua DEMA STAI Periode 2017/2018 itu.
Sementara itu, Ketua Satuan Siswa, pelajar dan mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA-PP) Bobi Iskandar khawatir dampak dari LGBT berpengaruh terhadap psikis pelaku.
“kita takut dampak dari LGBT mempengaruhi psikis pelaku, sehingga ketika mereka depresi bisa jadi ada transaksi lain seperti narkoba dan lainnya,” kata Bobi.
Bobi juga menegaskan, agar pemda melakukan tindakan yang cepat dan tanggap.
“Sebagai wujud kepedulian kami akan hal itu jadi kami meminta kepada pihak Pemerintah Kabupaten agar bergerak cepat untuk menuntaskan permasalahan ini. Paling tidak mengawasi tempat tempat tertentu yang kami anggap rawan,” imbuhnya
Menanggapi keluh kesah yang disampaikan anak daerah ini, dalam waktu dekat Sekda Meranti Yulian Norwis,MM akan memberikan ruang khusus kepada seluruh perwakilan mahasiswa guna membahas segala isu dan temuan yang didapat.
“Saya pribadi maupun mewakili Pemerintah Daerah sangat mengkhawatirkan akan hal itu, kami (pemda red) akan terus melakukan pengawasan, disamping itu juga kami akan membuat diskusi rutin dengan Perwakilan dari mahasiswa terkait isu-isu yang berkembang dimeranti ini sehingga nantinya kita bisa bertukar pikiran dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada dikampung kita ini,” Pungkas Sekda yang akrab disapa Icut itu.
Selain menyampaikan berbagai temuan dilapangan maupun media sosial terkait maraknya LGBT berkembang, para mahasiswa ini juga membahas beasiswa Mahasiswa Meranti yang beberapa hari terahir sudah dikeluarkan secara resmi pengumumannya.
Dalam Diskusi itu tampak Ketua dan Sekjend SAPMA-PP, Ketua dan Sekjen LM2R, Ketua dan Sekjen dari STAI-NH, Amik Selatpanjang, tampak juga Perwakilan Mahasiswa Meranti yang kuliah Politeknik dan STAIN Kabupaten Bengkalis. (Khairul Zaman)





