Jadi Tersangka Penipuan, Wanita di Karimun Mengamuk Saat Hendak Ditahan Polisi

  • Whatsapp

Karimun, JurnalTerkini.id – Polres Karimun resmi menetapkan seorang wanita berinisial IPS (32) sebagai tersangka atas kasus dugaan penipuan jual beli sebidang tanah di kawasan Paya Manggis, Baran Timur, Meral, Senin (19/7/2021).

Kasat Reskim Polres Karimun AKP Arsyad Riyandi, ketika dikonfirmasi mengatakan, tersangka sempat mangkir dalam pemanggilan pertama yang dilayangkan.

Bacaan Lainnya

Kemudian pada panggilan kedua, tersangka akhirnya memenuhi panggilan akan tetapi menolak untuk diperiksa.

Ketika ditetapkan sebagai tersangka, wanita yang juga mengaku sebagai oknum wartawan dan LSM itu, bahkan sempat membuat heboh ruang pemeriksaan.

Hal tersebut lantaran aksinya yang mengamuk dan keluar dari ruang pemeriksaan. Sejumlah polisi wanita (Polwan) bahkan harus menenangkan tersangka yang terus menolak untuk ditahan.

“Panggilan pertama dia (tersangka) tidak datang, pada pemanggilan kedua dia menolak diperiksa. Namun, ketika diminta tandatangani berita acara penolakan pemeriksaan malah ngamuk-ngamuk tidak jelas,” kata Arsyad.

Arsyad menjelaskan, bahwa wanita tersebut ditetapkan tersangka atas kasus penipuan jual beli tanah terhadap korban. Yaitu, Rahman (37).

Saat itu, kata dia, korban membayar uang sebesar Rp. 4 juta kepada tersangka sebagai tanda awal pembelian tanah dengan harga Rp. 22 juta.

“Uang itu sendiri, rencananya akan digunakan tersangka untuk pengukuran tanah. Tersangka ini mengklaim tanah yang dibeli oleh korban adalah miliknya,” jelas Arsyad.

Hanya saja, kecurigaan korban timbul berselang dua hari kemudian saat korban kembali menemui tersangka terkait pengukuran tanah tersebut.

Korban bahkan juga berencana melunasi sisa pembelian tanah yang diklaim tersangka tersebut.

“Namun, tersangka menyarankan nanti saja dilakukan pengukuran dan pelunasan tanah,” kata Arsyad.

Kecurigaan terhadap tersangka semakin bertambah hingga korban langsung berkoordinasi dengan RT dan RW setempat guna menelusuri sendiri latar belakang tersangka.

Pos terkait