Ekspor Nanas Ke Singapura Belum Terpenuhi, Ini Upaya Bupati Karimun

Karimun (Jurnal) – Rencana ekspor buah nanas ke Singapura yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Karimun saat ini masih mengalami kendala, pasalnya para petani Kundur masih belum bisa menjamin jumlah hasil produksi yang akan diekspor, Kamis (14/3).

“Eksportir sudah ada, namun petani belum dapat menjamin produksi setiap bulannya berapa yang dapat diekspor,” ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq, Rabu (14/3).

Bacaan Lainnya

Saat ini pihaknya hanya mampu mengekspor buah nanas tersebut sebanyak 30 hingga 40 ton setiap minggunya.

Untung itu Rafiq berupaya agar pada saat musim tanam tiba pihaknya akan mengatur ulang waktu penanaman buah nanas tersebut.

“Itu yang sulit bagi kita, musim tanam harus diatur ulang agar lebih baik lagi. Saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas terkait untuk segera diurus,” tuturnya lagi.

Untuk permasalahan ekspor nanas ke negara Singapura yaitu angkutan transportasi, akan tetapi pihaknya mengakali dengan menggunakan kapal milik pengusaha yang ada di Karimun.

“Kemarin kita membutuhkan kapal yang bisa mengangkut kontainer, apabila disewa tentu harganya tidak masuk. Namun setelah kita jalin komunikasi dengan pemilik kapal di Karimun akhirnya sudah teratasi,” kata Rafiq.

Tidak hanya itu, untuk memudahkan petani nanas di Karimun, Rafiq berupaya untuk tidak memungut pajak dan retribusi terhadap ekspor buah nanas dari Karimun. (rdi)

Total Views: 241

Pos terkait