Revolusi Pertanian Bekasi Solusi Kesejahteraan Petani

  • Whatsapp

Berdasarkan Perda Kabupaten Bekasi No 12 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bekasi paragraf 3 Kawasan Peruntukkan Pertanian pasal 29 ayat 3 bahwa Pertanian Lahan Basah sebagai lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kabupaten Bekasi seluas 35.244 Hektar yang tersebar di 12 kecamatan yaitu Bojongmangu, Cibarusah, Serang Baru, Setu, Cikarang Timur, Kedungwaringin, Pebayuran, Sukakarya, Sukatani, Cabangbungin, Sukawangi dan Karang Bahagia.

Berdasarkan berbagai sumber yang berkembang, bahwa lahan eksisting Pertanian Kabupaten Bekasi seluas 48.000 Hektar yang tersebar hampir lebih dari 2/3 kecamatan di Kabupaten Bekasi, hanya saja kebijakan peruntukkan yang menjadikan lahan tersebut akan terkonversi menjadi fungsi lain secara bertahap dan sporadik akibat tumbuh dan berkembangnya Kabupaten Bekasi sebagai Kota Industri, Kota Jasa dan juga sebagai daerah penyangga Ibukota yang mengakibatkan terus meningkatnya segala kebutuhan fasilitas pendukung untuk kebutuhan kenyamanan warga baik untuk penyediaan lahan perumahan dan permukiman maupun untuk kebutuhan kawasan industri baru dan juga fasilitas pendukung lainnya.

Bacaan Lainnya

Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Bekasi juga tidak bisa dibendung akibat terus berkembangnya industri yang menciptakan lapangan pekerjaan baru dan berdampak terhadap bertambahnya penyediaan lahan permukiman dan juga meningkatnya kebutuhan makanan pokok termasuk beras yang paling utama.

Dibalik peluang dan kesempatan majunya kabupaten Bekasi ada dua sisi yang sangat bertentangan, yaitu tingginya laju pertumbuhan dengan jumlah penduduk ber KTP Bekasi lebih dari 3 juta jiwa dan warga yang mencari kehidupan siang maupun malam di Kabupaten Bekasi bisa mencapai 4 juta jiwa, disisi lain ketersediaan lahan pertanian sebagai sumber produksi pangan mengalami penurunan jumlah yang sangat drastis, maka harus ada langkah strategis dan besar untuk menyelesaikan dua hal tersebut diatas.

Budiyanto selaku Anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera menyampaikan berbagai pemikiran agar laju kemajuan industri dan pertumbuhan penduduk yang tinggi harus di backup oleh sektor lainnya termasuk industri pertanian sebagai basic dasar kebutuhan pokok masyarakat harus diamankan secara sistemik, terukur dan berkelanjutan.

“Prinsip dasar kemajuan suatu daerah mutlak akan dan harus terjadi, yang terpenting semua sektor harus diperhatikan secara serius untuk memastikan terjadi kesetimbangan, termasuk ketersediaan bahan pokok khususnya beras harus diamankan, baik dari sisi luasan lahannya maupun dari sisi teknologi supportnya untuk memastikan tingkat produktivitas mampu mengcover kebutuhan masyakarat Kabupaten Bekasi,” kata Budiyanto.

Pos terkait