BNN Karimun Butuh Kapal dan Tambahan Personel

Karimun (Jurnal) – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau membutuhkan kapal dan tambahan personel untuk meningkatkan sosialisasi dan pencegahan peredaran gelap narkoba.

“Kalau ditanya soal transportasi. Saya jawab, kami tidak butuh mobil, tapi kami butuh kapal. Personel juga masih sangat kurang, sedikitnya kami butuh tambahan 50 orang lagi,” kata Kepala BNN Karimun Kompol Ahmad Soleh Siregar usai rilis tangkapan narkoba di Bea Cukai Tanjung Balai Karimun pekan lalu.

Ahmad Soleh mengakui upaya pencegahan terhadap peredaran narkoba, dan kegiatan sosialisasi masih belum optimal karena kekurangan personel dan tidak adanya kapal sebagai sarana transportasi.

Sementara ini, kata dia, pihaknya bersinergi dengan aparat kepolisian dan instansi terkait lain, seperti Bea dan Cukai dan TNI untuk memberantas dan mencegah penyelundupan narkoba.

Dijelaskannya, Karimun sebagai daerah kepulauan yang berbatasan dengan negara Singapura dan Malaysia, sangat rentan sebagai daerah sasaran maupun transit narkoba.

Hal itu terbukti dengan beberapa kasus penyelundupan narkoba, terutama jenis sabu-sabu dan ganja yang diungkap BNN Provinsi Kepri, aparat kepolisian maupun Bea Cukai.

“Karimun menjadi sorotan karena dalam beberapa kasus narkoba yang terungkap di daerah lain, itu berasal atau melintas di perairan daerah ini. Ini perlu menjadi perhatian, bahwa Karimun darurat narkoba,” kata dia.

Sarana transportasi kapal diharapkan dapat menjangkau upaya pencegahan penyelundupan melalui pulau-pulau dan daerah pesisir maupun terpencil.

Sindikat narkoba antarnegara, berdasarkan penindakan yang beberapa dilakukan, selain melewati pelabuhan resmi juga memanfaatkan pelabuhan rakyat sebagai jalur peredaran narkoba.

“Sangat memungkinkan sindikat narkoba memanfaatkan pulau-pulau kecil sebagai jalur transit narkoba,” kata dia.

Pada kesempatan itu dia mengatakan, sinergitas antarinstansi berjalan sangat baik dan perlu ditingkatkan dalam memerangi peredaran gelap dan penyelundupan narkoba.

“Semua komponen masyarakat juga harus bersinergi dalam memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba,” ujar Ahmad Soleh Siregar. (rdi)

Total Views: 229

Pos terkait