Karimun (Jurnal) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Ria menggelar festival atau lomba gapura lampu colok dalam bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah/2017.
Kasi Aktraksi Promosi Pariwisata Disparbud Karimun Benny Yudistira, di Tanjung Balai Karimun, Kamis (18/5) mengatakan, Festival Lampu Colok ini diadakan hanya di dalam kota, ataupun di tempat yang strategis yang jauh dari keramaian seperti dari pelabuhan karena lampu colok ini bisa mengeluarkan asap yang banyak.
“Kegiatan ini merupakan sebuah tradisi sejak dulu sesuai kebiasaan atau kemauan dari masyarakat,” ucap Benny.
Benny menjelaskan, sampai saat ini sudah 16 kelompok atau regu pemuda maupun remaja masjid yang telah mendaftar dalam festival tersebut.
Pihak panita, menurut dia, akan memberikan penilaian selama dua hari penilaian untuk menentukan gapura lampu colok terbaik sebagai pemenang, biasanya pada malam 27 Ramadhan atau malam tujuh likur sampai malam takbiran.
Adapun kriteria penilaian dari dewan juri, antara lain arsitektur bangunan gapura yang bernuansa Islami, keindahan dan kemeriahan lampu colok, partisipasi masyarakat dalam ikut serta kemeriahan lampu colok dan tinggi pintu gapura wajib minimal 4 (empat) meter.
Kemudian, penilaian juga berdasarkan lebar gapura tidak mengenai drainase dan badan jalan, dan tidak berada di area jaringan atau tegangan listrik
“Kegiatan lampu colok ini mendapatkan dukungan dan respons yang cukup bagus dari masyarakat,” katanya.
Benny Yudistira dalam mengharapkan sebanyak mungkin peserta untuk memeriahkan Festifal Lampu Colok sebagai salah satu upaya untuk melestarikan atau menjaga budaya daerah.
“Diperkirakan sudah hampir 30 gerbang yang akan ikut dalam lomba ini,” ucapnya.
Adapun hadiah yang akan diberikan kepada pemenang, yaitu juara I sebesar Rp.9.000.000, juara II Rp7 juta, juara III Rp5 juta.
Sedangkan juara harapan I diberi hadiah sebesar Rp3 juta dan juara harapan II sebesar Rp. 2 juta. (man)





