“Jadi, karimun ini potensinya jangan diabaikan harus cepat dikejar ini peluang bisnis yang diberikan. Jangan lambat, karena apabila ada pihak lain masuk dan pemerintah menerimanya, hasilnya Karimun tidak akan mendapat apa-apa,” kata Ady.
Ketua DPC Hanura Karimun ini juga tidak menampik pernyataan dari Pemprov Kepri yang menyebut permasalahan pembiayaan yang tidak secara total atau satu pintu, menjadi kendala pasaran labuh jangkar sebelumnya di Karimun lari ke tempat lain.
“Kita harapkan agar persaingan bisnis labuh jangkar di Karimun kali ini dapat diperhitungkan dengan baik, jangan sampai biaya kita besar dari malaysia dan singapura sehingga, pasaran lari ke tempat lain,” jelas Ady.
“Kami Fraksi Partai Hanura akan menekankan dalam hal ini, jika peluang mengelola labuh jangkar ini lari dan tidak dapat kita raih, berarti kinerja dirut BUP Karimun patut dipertanyakan,” tambahnya. (yra)





