Fraksi PDIP Minta Pembenahan Pasar Puan Maimun

“Pasar itu sudah kita bangun sebagus mungkin dengan uang rakyat yang cukup banyak, semuanya ada porsi masing-masing. Pasar Blok B untuk pedagang basah seperti ikan dan sayur-mayur, sedangkan blok B untuk pedagang kering seperti pakaian dan lainnya”

Karimun (Jurnal) – Ketua Fraksi PDIP Plus DPRD Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Rasno, menilai Perusda gagal membenahi Pasar Puan Maimun, Tanjung Balai Karimun yang ia nilai makin semrawut dan harus segera dibenahi.

“Seharusnya, pasar tersebut makin tertib di bawah kepemimpinan Dirut Perusda yang sekarang yang terpilih berdasarkan uji kepatutan dan kelayakan. Tapi, kenyataannya kondisi pasar tersebut makin kacau, banyak pedagang ilegal bermunculan,” kata dia di Tanjung Balai Karimun, Minggu (29/1) di sela Rakercab PDIP Karimun, Kamis.

Pasar Puan Maimun yang terdiri dari dua bangunan, dan masing-masing dibangun dengan tiga lantai, menurut Rasno, seharusnya menjadi pasar tradisional yang memiliki konsep pasar modern.

“Pasar itu sudah kita bangun sebagus mungkin dengan uang rakyat yang cukup banyak, semuanya ada porsi masing-masing. Pasar Blok B untuk pedagang basah seperti ikan dan sayur-mayur, sedangkan blok B untuk pedagang kering seperti pakaian dan lainnya,” ucapnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, kata dia, kondisi pasar tersebut memunculkan banyak keluhan dari pedagang maupun pembeli karena merasa tidak nyaman. Banyak pedagang pakaian bermunculan membuka lapak di lantai satu blok B, padahal untuk pedagang pakaian sudah disediakan tempatnya di blok A.

Kondisi tersebut memunculkan kecemburuan dari pedagang pakaian di blok A, terutama yang berada di lantai dua karena makin sepi dikunjungi pembeli, akibat munculnya lapak pedagang pakaian di blok B.

“Lihat saja, sekarang bercampur aduk. Timbul kesan pengelolanya tidak profesional, tidak punya visi bagaiman mewujudkan pasar tradisional namun dikelola secara modern. Kalau tidak ditertibkan dari sekarang, maka pedagang pakaian di blok A akan mati secara perlahan,” ujarnya.

Secara terpisah, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan segera menertibkan dan menata kembali aktivitas perdagangan di Pasar Puan Maimun.

Aunur Rafiq mengakui, Pasar Puan Maimun yang dibangun semasa dia menjabat wakil bupati mendampingi Nurdin Basirun tersebut, makin semrawut dan bercampur aduk antara pedagang basah dengan pedagang kering.

“Semua pedagang sudah bercampur aduk. Hal ini tentu menyalahi komitmen dan kesepakatan, dan menimbulkan kecemburuan di kalangan pedagang,” kata bupati.    

Dia mengharapkan pedagang secara sukarela menertibkan diri dengan mewujudkan pasar yang tertib sebagai bagian dari penataan kota.

“Kita tertibkan secara persuasif, jadi tidak kita gusur langsung. Kalau tidak bisa secara persuasif, baru kita tindak secara tegas,” ucap bupati. (rdi)

Pedagang Adukan Sewa Lapak ke Dewan

Bupati Karimun Tinjau Pasar Puan Maimun

Komisi A Sesalkan Relokasi Pedagang

Bupati Sidak Pasar Puan Maimun

Fraksi PDIP Kritisi Program Taskin

Sekda: Desa Parit Layak Terima Hibah Dermaga Apung

Total Views: 224

Pos terkait