Namun, dirinya mengakui bahwa terjadinya refocusing anggaran menyebabkan sejumlah pengerjaan proyek infrastruktur menjadi tidak maksimal.
“Adanya refocusing anggaran itu memaksa sejumlah proyek yang telah direncanakan dari awal harus dibatalkan,” kata Zulfan.

Sambungnya, kondisi tersebut juga menyebabkan sejumlah proyek di Dinas PUPR Kabupaten Karimun mengalami tunda bayar.
Namun, pemerintah daerah memastikan akan segera membayarkan sejumlah proyek yang mengalami tunda bayar tersebut pada triwulan pertama tahun 2021.
“Secara administrasi sudah disiapkan dan kami juga sudah bersurat ke inspektorat daerah. Hanya saja, nantinya akan lebih dulu diaudit oleh auditor,” ungkapnya. (yra)





