Karimun (Jurnal) – Pemerintah Kabupaten Karimun menggelar serangkaian tes dan asessment terhadap 137 pegawai setingkat eselon II sebagai sebuah ujian sebelum dimutasi dan dipromosikan menduduki jabatan tertentu.
Tes dan asessment dilaksanakan mirip ujian anak sekolah di beberapa gedung sekolah selama lima hari, (17-21/10), salah satunya diadakan di SMP Negeri 1 Karimun.
Kepala Bagian Humas Sekretariat Kabupaten Karimun Muhammad Yosli mengatakan, tes dan asessment ditutup dengan tes urine pada hari terakhir, Jumat (21/10).
Yosli yang juga mengikuti tes tersebut menjelaskan, jumlah pegawai yang ikut sebanyak 137 orang, merupakan pegawai eselon III, setingkat kepala bagian, kepala bidang, sekretaris dinas, camat hingga sekcam.
Tes dan asessment tersebut dilaksanakan untuk menyongsong mutasi dan promosi yang akan dilakukan Bupati Karimun Aunur Rafiq.
“Sebagian akan mengisi jabatan berdasarkan SOTK (susunan organisasi tata kerja) yang baru,” kata Yosli.
Dijelaskannya, rangkaian tes dan asessmen itu meliputi psikotes, tes perilaku atau “behaviour”, wawancara, dan uji kemampuan dalam melaksanakan tugas sebagai pejabat pemerintah.
Kegiatan asesmen itu, lanjut dia, merupakan salah satu tahapan yang dilakukan untuk proses mutasi, penempatan dan pengisian jabatan sesuai dengan SOTK yang baru.
“Asesmen itu untuk menguji kompetensi pegawai, nanti pimpinan yang akan mempertimbangkan dan memutuskan seorang pejabat mengisi jabatan apa,” katanya.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setkab Karimun Dwiyandri Kurniawan yang juga mengikuti kegiatan tes tersebut mengatakan, materi tes merupakan pertanyaan dengan jawaban pilihan ganda .
“Agak pusing menjawabnya, jawaban yang satu dengan yang lain hampir mirip, membingkungan. Jenis soalnya juga macam-macam, durasi waktu untuk menjawab sudah ditetapkan oleh panitia,” kata dia.
Menurut Dwiyandri, materi asesmen itu lebih bersifat untuk menguji atau mengetahui pengetahuan, kemampuan maupun kompetensi masing-masing peserta dalam tugas-tugas pemerintahan.
Bupati Karimun Aunur Rafiq dalam satu kesempatan mengatakan, hasil asesmen akan menjadi bahan pertimbangan oleh Baperjakat untuk memilih, menetapkan seorang pejabat dalam mengisi jabatan tertentu.
Sebelumnya, kata dia, kegiatan serupa juga dilaksanakan untuk pejabat eselon II, yaitu pejabat setingkat kepala dinas, kepala badan dan asisten.
“Tujuannya untuk menentukan jabatan apa yang akan diberikan kepada seorang pegawai, atau sama sekali tidak diberikan jabatan karena dinilai tidak memenuhi syarat,” kata Bupati Aunur Rafiq. (rdi)
Simak Juga:
Bupati Karimun Evaluasi Kinerja SKPD
Bupati Belum Tetapkan Pejabat Baru SKPD
Bupati Kembali Reshuffle Pejabat
Sebelas Pejabat Karimun Dimutasi





