Ini Alasan Firdaus Maju pada Pilkada Meranti

Ketua Meranti Centre Jakarta Firdaus Muchtar Djamil mengatakan siap maju sebagai Bupati dalam Pilkada Kepulauan Meranti Riau. Selain dari tuntutan sejumlah elemen masyarakat baik tokoh-tokoh pemuda, maupun para aktivis-aktivis meminta dirinya membenahi kabupaten yang berjuluk kota sagu ini, Firdaus juga terdorong untuk menjadikan Kepulauan Meranti ini sebagai Kabupaten termaju dalam segi perekonomian.

Tokoh pejuang terbentuknya Kabupaten Kepulauan Meranti  itu mengaku mencalonkan diri sebagai Bupati Meranti sama dengan pulang kampung. Sebab ia sempat  banyak menghabiskan waktunya di Jakarta selama lebih kurang 35 tahun.

“Sudah saatnya kembali ke kampung halaman untuk membenahi Meranti ini yang saya nilai belum ada perubahan pascapemekaran 6 tahun yang lalu, ditambah lagi banyaknya tuntutan dari elemen masyarakat dan juga aktivis yang mendorong saya untuk maju,” ujarnya saat dihubungi jurnalterkini.id, Kamis (12/2) malam.
 
Dikatakannya, sebagai putra kelahiran Meranti, ia ingin melihat tanah kelahirannya menjadi kabupaten yang bersih dari korupsi. Dan, ia tidak mau Meranti dipegang tangan-tangan yang korup, ditambah lagi dorongan untuk menjadikan Kepulauan Meranti termaju dalam segi ekonomi dan pendidikan juga membuatnya semakin memantapkan diri sebagai calon Bupati.
 
“Sewaktu saya pulang baru-baru ini ke Meranti saya sangat sedih melihat kondisi Meranti dan masyarakat kita sepertinya tidak ada perubahan semenjak dimekarkannya Kepulauan Meranti ini menjadi sebuah kabupaten termuda di Provinsi Riau,” jelasnya.

Menurutnya, masih banyak hal yang harus dibenahi di Meranti ini, salah satunya mengenai infrastruktur, seperti jalan, alat penyeberangan dan listrik di perdesaan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) besar dari 1,6 Triliun kalau kita Bersatu dan menjadi satu, jalan-jalan yang ada di 4 pulau kita ini bisa menyamakan jalan yang ada di Siak selama 5 tahun kedepan.

“Setelah 6 tahun terlepas dari kabupaten induk, mengapa Meranti ini sepertinya tidak ada perubahan,” katanya.

Ia menambahkan, pemangku kebijakan di Meranti seharusnya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat karena Meranti merupakan daerah yang masih banyak lahan untuk dijadikan perkebunan masyarakat, hendaknya kita terfokus untuk memfasilitasi masyarakat seperti buka lahan perkebunan sebesar-besarnya.

Dalam pembangunan ekonomi, dan kita juga hendaknya harus fokus pada jalan yang bisa menghubungkan langsung ke Pekan Baru atau Provinsi,seperti jalan menuju Roro di kampung Balak, hendaknya Pemerintah itu terfokus dengan salah satu akses yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selain itu, ditambahkan Firdaus, dirinya akan fokus membangun infrastruktur di 4 pulau yang berada di Kepulauan Meranti ini. Pasalnya semenjak pemekaran dinilai jalan penghubung antar desa sangat tidak wajar untuk menumbuhkan perekonomian masyrakat kecil, karena akses jalan adalah urat nadinya perekonomian masyarakat.

“Dari APBD Rp1,6 triliun saat ini, kita bisa berlaku adil demi mewujudkan cita-cita dari pemekaran Meranti. Dengan cara Rp150 miliar per pulau kita anggarkan untuk membangun infrastruktur dan memfasilitasi masyarakat untuk bertani umumnya. Dengan cara buka lahan pertanian sebesar-besarnya,” tutup Firdaus. (jurnal/Isk)

Simak juga:

Ini Alasan Firdaus Maju Pada Pilkada Meranti

Masrul Kasmy Dinilai Cocok Jadi Bupati Meranti

Total Views: 300

Pos terkait