“Kerja sama masyarakat dengan aparatur TNI/Polri dan semua pihak yang dengan rela melakukan kerja sama dan bergotong royong dalam penanganan dampak banjir dan lumpur, sangat baik dan membantu,” kata Akhyar.
“Saya meminta kepada para camat agar selalu siap sedia dan terus dirikan posko di kantor camat untuk kesiapsiagaan agar mudah bergerak dalam mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan. Karena, menurut Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG ), curah hujan beberapa hari kedepan masih berpotensi sama seperti kemarin dan kita mengharapkan tidak terjadi apa apa lagi,” ujar Akhyar.
Sebelumnya, Akhyar terlebih dahulu meminta laporan kepada bawahanya tersebut tentang situasi dan kondisi dari masing-masing kecamatan,ada sekita 7 Kecamatan yang paling parah terkena banjir tersebut, 3 kecamatan rusaknya tidak parah, dan 11 kecamatan tidak terdampak.
Berdasarkan laporan para camat, diketahui bahwa obat-obatan adalah masalah yang terpenting dan sangat diperlukan bagi masyarakat, untuk mencegah penyakit yang biasanya terjadi pasca banjir.
Dan menurut laporan para Lurah dan Kepala lingkungan sebagian warga telah kembali kerumahnya masing masing tapi mereka
tetap selalu waspada karena cuaca di sekitar Kota Medan masih mendung dan kadang hujan rintik rintik sepanjang hari Minggu. (ronald)





