Medan, JurnalTerkini.id – Banjir di Kota Medan, Sumatera Utara, hari kedua, Sabtu (5/12/2020) yang melanda 7 dari 21 Kecamatan mulai menyusut namun di wilayah tertentu ketinggian air masih di atas satu meter dan memasuki rumah-rumah warga.
Warga masih tinggal di pengungsian, baik di rumah kerabat maupun kantor kelurahan, karena masih trauma sementara kondisi cuaca di sekitar Kota Medan masih hujan dan mendung.
Seperti di sekitar Kecamatan M. Petisah dan Medan Baru, sore ini sekitar pukul 16.30 WIB masih turun hujan, walaupun intensitasnya lebih ringan dibandingkan kemarin.
Ketujuh Kecamatan yang terdampak banjir antara lain Kecamatan Medan Tuntungan, M. Barat, M. Petisah, Medan Sunggal, M. Marelan, M. Baru dan Kecamatan M.Belawan. Aparat masih siaga menghadapi cuaca yang tidak menentu tersebut.
Di lokasi banjir, seperti di Kecamatan Medan Maimun, sejumlah petugas dari Brimob Polda Sumut masih berjaga dengan mendirikan tenda dan dapur umum untuk melayani warga yang mengungsi.
Petugas lain seperti Tagana, Orari, BPBD, TNI masih tetap menyusuri lokasi di sepanjang sungai.
Beberapa warga mengatakan, banjir belum surut karena Sungai Deli yang berada di sekitar lokasi juga masih meluap.
Sejumlah warga memilih mengungsi untuk sementara di rumah sanak saudara dan ada juga sejumlah warga yang mengungsi di kantor kelurahan setempat.
Banjir dipicu salah satunya akibat hujan berintensitas tinggi sehingga menyebabkan Sungai Deli, Sungai Babura, dan Sungai Denai meluap.
Empat kecamatan terdampak banjir yaitu Medan Johor, Medan Maimun, Medan Sunggal, dan Kecamatan Medan Tuntungan.
Baca juga: Banjir melanda Kota Medan, korban jiwa masih didata





