Diskopperindag Salurkan 163 Ton Beras

Tahun depan, pemerintah daerah berencana akan menganggarkan dana untuk subsidi beras untuk operasi pasar, khususnya untuk biaya operasional.

Karimun (Jurnal) – Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau telah menyalurkan beras Bulog sebanyak 163 ton di 12 kecamatan.

“Beras sebanyak itu disalurkan untuk operasi pasar. Namun, berdasarkan evaluasi yang kita lakukan, harga beras tetap saja tinggi,” kata Kepala Diskopperindag UKM Karimun Muhammad Hasbi di Tanjung Balai Karimun, Rabu.    

Muhammad Hasbi menjelaskan, pasokan beras dari Bulog memang sesuai dengan permintaan pemerintah daerah untuk mengatasi tingginya harga beras di pasaran.

Kebijakan pemerintah pusat yang menutup kran impor beras mempengaruhi harga beras di Karimun yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia.

Harga beras menjadi mahal karena pasokan beras sepenuhnya berasal dari Pasar Induk Cipinang Jakarta dengan jalur distribusi yang panjang dan menimbulkan biaya yang relatif tinggi.

“Keterbatasan petugas dan waktu menjadi penyebab tidak maksimalnya operasi pasar yang sejatinya untuk menurunkan harga di pasaran,” kata dia.      

Dia mengatakan akan mencari solusi agar operasi pasar mampu menurunkan harga beras yang naik sejak beberapa bulan lalu. Dia berencana akan menggunakan jasa pihak ketiga berdasarkan rekomendasi dari kecamatan.

“Prioritas kami adalah warga di pulau-pulau. Untuk harga maksimal Rp8.400 per kilogram, dan kami berharap warga terus menerus membeli beras dalam operasi pasar,” ucapnya.

Ia mengatakan Bulog secara terus menerus memasok beras untuk operasi pasar. Dengan komitmen Bulog tersebut, maka dia menjamin tidak ada kelangkaan atau kekurangan persediaan.     

“Berapapun kami minta, Bulog siap melayani dengan ketentuan pembeliannya secara kontan,” ucapnya.

Hasbi mengatakan kualitas beras untuk operasi pasar tidak kalah dengan beras kualitas sedang di pasaran. Dia berharap warga tidak sungkan membeli beras tersebut yang relatif lebih murah.

“Tahun depan, pemerintah daerah berencana akan menganggarkan dana untuk subsidi beras untuk operasi pasar, khususnya untuk biaya operasional,” katanya.

Operasi pasar dilakukan dengan menggandeng aparat keamanan dan rata-rata berjalan dengan baik, kecuali untuk Kecamatan Durai yang tidak bisa disalurkan karena harganya menjadi mahal.

“Durai daerahnya jauh sehingga biaya distribusi cukup tinggi. Tapi masyarakat di Durai bisa membeli di Moro yang jaraknya tidak terlalu jauh,” kata dia lagi. ***

Sumber: antarakepri.com

Total Views: 177

Pos terkait