“Kita bangga dengan SMA 1 mau mengajak berbagai pihak untuk duduk bersama, ini perlu kita berikan apresiasi, tentunya dokumen seperti ini akan terus kita lakukan kenapa pendidikan itu prinsipnya untuk semua tidak ada perbedaan baik dari suku, agama dan lainnya,” tukasnya.
Berkaitan dengan ada siswa yang belum memiliki handphone (HP), Dewan Pendidikan memberikan masukan untuk kembali menelusuri agar bisa ditemukan solusi.
“Ya tentu kita ingin menelusuri kembali siswa yang menghadapi permasalahan itu tentu tadi mereka sudah berbisik-bisik dengan kita untuk kita coba cari solusinya, apa lagi juga dari dewan juga ikut memberikan bantuan,” jelasnya.
Tidak ketinggalan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Inhil Samino mengatakan bahwa intinya adalah untuk mencari penyelesaian terkait dengan miskomunikasi antara pihak sekolah dengan siswa.
“Alhamdulillah Sulaiman tetap sekolah di SMA 1 Tembilahan Hulu. Kita berharap kedepannya terjalin komunikasi yang intens antara guru dengan siswa. Pesan untuk sekolah dalam mengambil keputusan mengacu kepada peraturan KTSP. Karena kami sangat mengharapkan dari pihak sekolah nanti juga segala sesuatunya perlu dikomunikasikan supaya proses belajar mengajar berjalan dengan sebaik-baiknya biarpun tidak bisa maksimal karena kondisi sekarang,” tutupnya. (abd)






