Gagasan Ikmal Jaya, Pondok Pesantren Al-Fuadi Terima Santri Baru Cetak Generasi Qurani Gratis Tanpa Biaya

Ikmal Jaya (Tengah) Pendiri Pondok Pesantren Al-Fuadi, Minggu (05/07). (Foto: Yayasan Hidayah Barokah Insani)

KOTA TEGAL, Jurnalterkini.id – Semarak Muharram terasa di Pondok Pesantren Al-Fuadi, Margadana, Kota Tegal, Minggu (5/7/2026). Yayasan Pecinta Insan Anak Yatim Piatu ‘Hidayah Barokah Insani’ Kota Tegal menggelar Gebyar Muharraman dengan menyantuni anak yatim.

Kegiatan ini berbarengan dengan penerimaan santri baru Pondok Pesantren Al-Fuadi, sehingga menambah hangat suasana syukur di awal tahun Hijriah.

Dikatakan Aiptu Slamet Supriyadi S.H, selaku Ketua yayasan. Selama 3 tahun terakhir, Yayasan Insan Pecinta Anak Yatim Piatu ‘Hidayah Barokah Insani’ konsisten merawat anak-anak yang kehilangan kasih sayang orang tua.

Saat ini, yayasan yang dipimpin Aiptu Slamet Supriyadi, S.H. mengasuh 12 anak yatim piatu.

“Alhamdulillah, yayasan kami sudah berjalan 3 tahun. Saat ini kami mengasuh 12 anak. Dan mereka benar-benar yatim piatu,” ujar Slamet.

Diawal tahun baru Hijriah ini dan tahun ajaran baru sekolah, yayasan juga memberikan perhatian ekstra.
Setiap anak menerima santunan uang tunai Rp300 ribu, paket sembako senilai Rp200 ribu, serta perlengkapan sekolah lengkap.

“Mumpung tahun ajaran baru, kami sebagai orang tua asuh memberikan perlengkapan sekolah yang komplit. Mulai dari tas, sepatu, buku, dan lainnya,” kata Slamet.

Tujuan Didirikan Pondok Pesantren Al-Fuadi

Berbarengan Tahun Baru Hijriah 1448 H, Pondok Pesantren Al-Fuadi resmi membuka lembaran baru. Pondok yang digagas mantan Wali Kota Tegal 2009-2014 itu kini sudah kedatangan 10 santri.

Mantan Wali Kota Tegal sekaligus Direktur Utama PO Dewi Sri, H. Ikmal Jaya, SE, Ak., M.H, menjelaskan tujuan didirikannya Pondok Pesantren Al-Fuadi.

“Kami ingin mencetak generasi yang mempelajari Al-Qur’an secara lafdzan, ma’nan, wa ‘amalan. Artinya, mereka membaca lafaz Arabnya, memahami artinya ke dalam Bahasa Indonesia, lalu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ikmal mengatakan para santri akan ditempa dari sisi tauhid dan keimanan terlebih dahulu. Setelah itu baru masuk pendalaman isi Al-Qur’an.

“Begitu mereka memahami Al-Qur’an, insyaAllah keimanan mereka akan semakin kuat,” tegasnya.

Menurutnya, anak santri baru saat ini sekolah di SMK Harapan Bersama (Harber) Kota Tegal. Konsep pondok ini memadukan pendidikan formal dan agama.

“Anak-anak sekolah di SMK Harapan Bersama saat siang. Sepulang sekolah langsung ngaji di pondok. Tujuannya biar dapat ilmu dunia dan akhirat sekaligus. Yang paling penting, kami pastikan pendidikan ini 100% gratis. Tidak ada biaya sama sekali,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Ikmal memanjatkan harapan. Ia ingin Pondok Pesantren Al-Fuadi bisa menampung lebih banyak santri.

“Semoga apa yang diajarkan di pondok ini jadi bekal yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat,” pungkasnya. (Pry)

Total Views: 32

Pos terkait