TEGAL, Jurnalterkini.id – Pemerintah Kabupaten Tegal kembali menggelar kegiatan Tilik Desa Tahun 2026 di Desa Suradadi, Kecamatan Suradadi, Jumat (3/7/2026) malam. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pemerintah untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mendekatkan pelayanan publik hingga ke tingkat desa. Antusiasme warga tampak mewarnai jalannya dialog bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tegal.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, hadir mewakili Bupati Tegal yang sedang melaksanakan tugas kedinasan di luar daerah. Ia didampingi jajaran dari 13 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir untuk mendengarkan aspirasi masyarakat sekaligus memberikan penjelasan dan solusi sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
Dalam sambutannya, Amir menyampaikan permohonan maaf Bupati Tegal kepada masyarakat Desa Suradadi karena belum dapat hadir secara langsung. Meski demikian, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tegal untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui program Tilik Desa.
“Tilik Desa bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat agar berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat dibahas bersama dan dicarikan solusi,” ujar Amir.
Menurutnya, pelaksanaan Tilik Desa tahun ini menggunakan format baru dengan digelar pada malam hari agar masyarakat yang beraktivitas pada siang hari memiliki kesempatan lebih luas untuk hadir dan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah.
Selain dialog interaktif pada malam hari, rangkaian Tilik Desa juga diisi dengan pelayanan publik yang telah dibuka sejak siang. Berbagai layanan disediakan, antara lain administrasi kependudukan, pelayanan kesehatan, pelayanan perbankan, serta layanan dari sejumlah perangkat daerah lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal juga menyosialisasikan pelaksanaan Sensus Ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Amir mengajak masyarakat untuk memberikan data yang benar dan akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Selain itu, masyarakat diperkenalkan dengan Program Sadesa (Satu Desa Satu Sarjana), yang memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi secara gratis hingga lulus.
“Silakan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kami berharap para kepala desa dapat membantu menyosialisasikan program ini agar semakin banyak generasi muda Kabupaten Tegal yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Suradadi Tri Susanto, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tegal yang telah memilih desanya sebagai lokasi pelaksanaan Tilik Desa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan secara langsung kepada pemerintah daerah.
Dalam sesi dialog, Pemerintah Desa Suradadi menyampaikan usulan penanganan drainase dan saluran irigasi guna mengurangi risiko banjir yang kerap menggenangi areal persawahan serta mengganggu aktivitas pertanian masyarakat.
Aspirasi juga datang dari perwakilan nelayan, Andrianto, yang berharap Kabupaten Tegal memiliki pelabuhan perikanan yang lebih memadai. Menurutnya, selama ini kapal-kapal nelayan Kabupaten Tegal masih harus berlabuh di wilayah Kota Tegal, padahal sektor perikanan memberikan kontribusi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang cukup besar. Ia berharap pemerintah dapat mendorong pembangunan pelabuhan yang mampu melayani kapal-kapal nelayan berukuran di atas 30 gross ton (GT).
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud mengatakan pemerintah daerah sebenarnya telah beberapa kali mengusulkan pembangunan pelabuhan perikanan. Bahkan, pada masa lalu sempat direncanakan pembangunan pelabuhan di wilayah Suradadi, namun hingga kini belum dapat direalisasikan.
“Pembangunan pelabuhan membutuhkan anggaran yang sangat besar sehingga memerlukan dukungan dari pemerintah pusat. Meski demikian, kami bersama Bupati dan Wakil Bupati tetap berkomitmen untuk terus mengusulkan pembangunan pelabuhan karena potensinya sangat besar bagi Kabupaten Tegal,” jelas Amir.
Melalui dialog yang berlangsung secara terbuka dan penuh keakraban, masyarakat juga menyampaikan berbagai aspirasi terkait infrastruktur, pertanian, perikanan, pelayanan publik, hingga pembangunan desa. Pemerintah Kabupaten Tegal berharap kegiatan Tilik Desa dapat semakin memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat serta mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di tingkat desa sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang partisipatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Pry)





