Resmikan Radar Frekuensi Tinggi di Pariaman, Gubernur Mahyeldi: Perkuat Mitigasi Bencana dan Keselamatan Masyarakat Pesisir

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat peresmikan pengoperasian High Frequency Radar milik BMKG. (Foto Adpim Sumbar).
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat peresmikan pengoperasian High Frequency Radar milik BMKG. (Foto Adpim Sumbar).

PARIAMAN, Jurnalterkini.id – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meresmikan pengoperasian High Frequency (HF) Radar milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Pantai Taman Anas Malik, Kelurahan Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah, pada Jumat (3/7/2026).

Kehadiran perangkat teknologi ini bertujuan memperkuat sistem mitigasi bencana serta menjamin keselamatan masyarakat di wilayah pesisir.

Bacaan Lainnya

Gubernur menyampaikan apresiasi kepada BMKG atas upaya memperkuat sistem pemantauan kelautan nasional melalui pemasangan perangkat ini di Sumatera Barat.

Menurutnya, langkah ini melengkapi upaya pemerintah membangun sistem peringatan dini yang andal di daerah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi.

“Masyarakat Minangkabau sudah lama mengenal falsafah Alam Takambang Jadi Guru, yang mengajarkan membaca tanda-tanda alam. Di era modern, kearifan itu diperkuat teknologi untuk memantau kondisi laut secara langsung dan akurat,” ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan HF Radar berfungsi seperti “mata yang memantau laut dari darat”. Alat ini mampu menyajikan data arah dan kecepatan arus laut, tinggi gelombang, serta perubahan kondisi laut secara real time. Informasi ini sangat krusial untuk keselamatan nelayan, pelaku pelayaran, serta menjadi indikator awal potensi bencana.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan perangkat ini berperan penting dalam mengantisipasi ancaman gempa bumi dan tsunami, termasuk risiko zona megathrust di pesisir barat Sumatera, dengan pemantauan yang lebih baik, risiko dan dampak bencana diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

Selain untuk keselamatan, data yang dihasilkan juga bermanfaat untuk Keselamatan jalur pelayaran, Meningkatkan produktivitas sektor perikanan, Mendukung keamanan dan pertahanan wilayah laut

“Kita ingin Sumatera Barat menjadi bagian kuat dalam ketahanan nasional baik dari sisi keamanan, pangan, energi, maupun kesiapsiagaan bencana. HF Radar adalah salah satu instrumen utama yang mendukung tujuan itu,” tambahnya.

Mahyeldi juga menyampaikan bahwa Pemprov Sumbar telah menyiapkan empat unit Early Warning System (EWS) tsunami pada tahun 2026.

Ia mendorong agar sistem ini terintegrasi dengan perangkat BMKG, serta memperkuat kerja sama antardaerah, lembaga, dan mitra internasional agar fungsi pemantauan berjalan optimal.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan pemasangan HF Radar ini merupakan bagian proyek Marine Meteorological System (MMS) 2, yang bertujuan memperkuat sistem observasi maritim nasional. Sumatera Barat dipilih karena posisinya yang strategis, memiliki aktivitas laut tinggi, serta berada di kawasan rawan gempa dan tsunami.

“Perangkat ini memantau arus permukaan laut, gelombang, dan parameter oseanografi secara terus-menerus. Data ini mendukung keselamatan sekaligus menjadi bagian dari sistem peringatan dini tsunami. Kami juga terus mengedukasi masyarakat melalui sekolah lapang cuaca, iklim, serta kebencanaan di berbagai daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad menyambut baik kehadiran fasilitas ini. Ia berharap dukungan berlanjut, termasuk pembangunan tempat penampungan evakuasi tsunami. Pemerintah Kota Pariaman juga akan mengintegrasikan data BMKG ke dalam sistem informasi publik agar dapat diakses langsung oleh masyarakat.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, jajaran pimpinan BMKG, Kepala Balai Besar MKG Wilayah I Medan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pariaman, unsur Forkopimda, kepala OPD terkait, serta pemangku kepentingan daerah. (Dion).

Total Views: 16

Pos terkait