Gubernur Mahyeldi dan Kakak Prabowo Tanam Pohon Andalas di Dies Natalis ke‑70 Universitas Andalas

Gubernur Sumbar dan Kakak Kandung Presiden Prabowo saat kegiatan menanam pohon Andalas di Unand. (Foto: Adpim Sumbar).
Gubernur Sumbar dan Kakak Kandung Presiden Prabowo saat kegiatan menanam pohon Andalas di Unand. (Foto: Adpim Sumbar).

PADANG, Jurnalterkini.id — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, bersama kakak kandung Presiden RI Prabowo Subianto, Biantiningsih Djiwandono dan Maryani Djojohadikusumo, melakukan penanaman Pohon Andalas di Kampus Universitas Andalas, Limau Manis, Padang pada Jum’at (5/6/2026).

Kegiatan ini digelar dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke‑70 Universitas Andalas (Lustrum XIV) yang mengusung tema “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak”.

Bacaan Lainnya

Aksi ini menjadi simbol nyata komitmen bersama menjaga kelestarian alam, memperkuat identitas wilayah, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Pohon yang dipilih adalah Pohon Andalas (Morus macroura Miq.), flora khas Sumatera Barat sekaligus identitas yang melekat kuat pada universitas tertua di Sumbar ini.

Selain fungsi ekologis, pohon ini menyimpan makna sejarah dan filosofi yang mendalam bagi kehidupan masyarakat adat Minangkabau.

Turut hadir dalam momen bersejarah ini Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Komisaris Utama PT Hutama Karya, Denny Abdi, serta Direktur Human Capital dan Legal PT Hutama Karya, Muhammad Fauzan.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan penanaman ini tidak boleh dianggap seremonial belaka. Ia melihatnya sebagai investasi jangka panjang demi keberlangsungan lingkungan dan masa depan anak cucu.

“Hari ini kita bersama Ibu Biantiningsih dan Ibu Maryani menanam Pohon Andalas. Menanamnya berarti menanam harapan, menjaga warisan, merawat alam, dan mewariskan kehidupan bagi generasi mendatang,” ujar Mahyeldi.

Bagi Mahyeldi, Pohon Andalas adalah simbol nyata hubungan harmonis antara manusia, alam semesta, dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, keberadaannya harus terus dijaga sebagai jatidiri sekaligus sarana nyata edukasi lingkungan.

Ia pun memuji langkah Universitas Andalas yang konsisten menjaga kawasan hijau di tengah kampus yang luas tersebut. Kawasan ini dinilai berfungsi sebagai ruang ekologis yang bermanfaat sekaligus laboratorium alam bagi mahasiswa dan masyarakat umum.

“Kawasan hijau Universitas Andalas adalah aset yang sangat berharga. Kami berharap ini terus dijaga dan dikembangkan menjadi percontohan pengelolaan lingkungan yang lestari,” tambahnya.

Mahyeldi kembali mengingatkan bahwa keberhasilan penghijauan tidak semata‑mata diukur dari jumlah bibit yang tertanam. Yang paling penting adalah komitmen kuat untuk merawat dan memastikan pohon tumbuh hingga memberi manfaat nyata.

“Saya minta pohon ini jangan hanya ditanam lalu dilupakan. Simbolisasi harus diikuti tindakan nyata: dijaga, tumbuh kokoh, dan benar‑benar memberi manfaat bagi alam dan warga sekitar,” tegasnya.

Lebih jauh, Mahyeldi menekankan perlunya kolaborasi lintas pihak pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat. Kesadaran bersama dianggap kunci utama menghadapi tantangan perubahan iklim serta menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan kelestarian alam.

Melalui tema Dies Natalis kali ini, Universitas Andalas menegaskan tekadnya tumbuh kokoh berakar pada nilai, menjulang dalam prestasi akademik, dan memberi dampak nyata termasuk dalam pelestarian lingkungan bagi kemajuan Indonesia yang lestari.

Total Views: 29

Pos terkait