Narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Riau, Dwi Afrini Risma, memaparkan kecanggihan PID yang memiliki layar sentuh 75 inci dengan kualitas gambar Ultra Jernih 4K. Perangkat ini menggabungkan fungsi papan tulis, layar TV dan komputer dalam satu sistem interaktif.
Para guru diajak mempraktikkan fitur multi-touch yang memungkinkan banyak anak terlibat sekaligus, serta menggunakan pena stylus atau jari untuk menulis dan menggambar secara digital. Hasil kerja dapat disimpan secara digital atau dibagikan melalui fitur QR Code Sharing.
” Selain perangkat keras, peserta juga mengeksplorasi platform Rumah Pendidikan (Ruang Murid), layanan pendidikan terpadu milik Kemendikdasmen. Melalui platform ini, guru dapat mengakses bahan ajar digital interaktif, gim edukasi, dan video pembelajaran yang dirancang untuk memicu kreativitas anak,” ujarnya.
Penggunaan teknologi ini diarahkan pada konsep Pembelajaran Mendalam berbasis TPACK, di mana teknologi digunakan untuk mendukung pengalaman bermain anak, bukan menggantikan interaksi nyata. Guru berperan sebagai kurator agar konten digital tetap bermakna, menyenangkan, dan sesuai tahap perkembangan anak.
Tak hanya teknis mengajar, workshop juga membekali sekolah dengan kemampuan manajerial. Fauzan Azim dari BPMP Kepri memberikan penguatan mengenai fitur Rapor Pendidikan dan menekankan pentingnya Perencanaan Berbasis Data agar setiap langkah pengembangan sekolah memiliki dasar indikator yang kuat dan terukur.
” Dengan hadirnya teknologi “tablet raksasa” dan penguatan platform digital ini, PAUD di Kabupaten Kepulauan Anambas diharapkan siap mencetak generasi yang lebih siap menghadapi era digital tanpa kehilangan kegembiraan masa bermain mereka,” ungkapnya.(Fen)





