
Hanya saja berdasarkan jumlah rompi oranye ia memperkirakan lebih dari 30 orang.
“Saya perkirakan jumlahnya lebih dari 30 orang, soalnya rompi khusus yang kami siapkan semua ada 30 unit, semua habis terpakai, itu pun masih ada pelanggar yang tidak kebagian,” ujar Tejaria kepada jurnalterkini.id, selasa (13/10/2020).
Setelah menjalani hukuman, para pelanggar kemudian dikumpulkan kembali oleh Tim Terpadu untuk diberikan pengarahan agar dapat mematuhi protokol kesehatan.
“Kami bukan mau mempermalukan saudara-saudara semua. Ini sebagai shock terapi agar ke depan lebih disiplin. Pakai lah masker saat berada di luar rumah,” kata Tejaria.
Lebih lanjut, kata dia, razia ini masih akan kembali digelar Tim Terpadu beberapa waktu ke depannya.
“Kita coba sebulan dulu, kalau masih belum disiplin juga, kita akan tambah lagi bulan depan,” katanya.
Sementara itu, seorang pelanggar mengatakan, awalnya ia begitu kaget saat mengetahui ada razia protokol kesehatan.
Namun, karena menyadari tak menggunakan masker, ia pasrah menerima menjalani hukuman membersihkan sampah.
“Maskernya ada tapi di rumah,” kata wanita itu malu-malu. (yra)






