Sedangkan, salah seorang pelaku UMKM Karimun Bona mengeluhkan, akibat naiknya harga kantong plastik maupun toples harus memutar otak untuk menekan biaya operasional. Sehingga, bisa tetap beroperasi dan berjualan kerupuk ikannya.
” Kacau sekaranglah, naiknya cukup tinggi. Harus berpikir bagaimana mengubah pola pengemasan barang dagangan nanti, apakah volumenya dikurangi atau gimana,” keluhnya.
Ia mencontohkan, untuk plastik bening ukuran sedang per kilogmnya Rp30 ribu, sekarang naik menjadi Rp45 ribu per kilogram. Belum jenis plastik toples ukuran 1/2 kilogram juga naik.
” Mau tidak mau, kedepannya pola bungkus produk harus dirubah. Ini, masih ada stok plastik untuk 1 bulan kedepan,” ucapnya.
Sementara itu pantauan di beberapa kedai plastik maupun mini market, di rak-rak penjualan styrofoam, mangkok, plastik asoi, plastik bening yang tertera harga lama dirubah menjadi harga baru. Rata-rata kenaikan diatas Rp10 ribu per kilogramnya.
” Plastik asoi ukuran kecil Rp25 ribu (10 ikat), ukuran sedang Rp35 ribu (10 ikat), sekarang naik tak taulah harganya. Pusing, naik terus sekarang. Saya berharap pemerintah agar serius memikirkan nasib rakyat yang berjualan ini,” tutur Neni salah satu pedagang gorengan.(*/rdi)





