Mudik Bersih Dari Sampah, Wamen Lingkungan Hidup Pantau Stasiun Tegal

Wamen Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, tiba di Stasiun Kota Tegal, di sambut Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, Sabtu (14/03). (Foto: Humas Pemkot Tegal)

KOTA TEGAL, Jurnalterkini.id – Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz Hendropriyono, melakukan pemantauan program mudik minim sampah di Stasiun Kereta Api Kota Tegal, Sabtu (14/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wamen didampingi Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, serta Kapolres Tegal Kota, AKBP Heru Antariksa Cahya, bersama jajaran pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan pengelolaan sampah selama arus mudik.

Pemantauan dilakukan untuk meninjau fasilitas pengelolaan sampah di area stasiun, mengingat potensi peningkatan jumlah pemudik tahun ini. Kementerian Lingkungan Hidup menilai bahwa aktivitas masyarakat saat mudik berpotensi meningkatkan volume sampah, sehingga pengelolaan sejak dari sumber menjadi perhatian utama.

Diaz Hendropriyono menyebutkan bahwa jumlah pemudik diperkirakan meningkat sekitar 20 persen. Kondisi tersebut dinilai berbanding lurus dengan potensi peningkatan produksi sampah di fasilitas transportasi maupun rest area.

“Kita melihat persiapan mudik, tapi dari KLH fokusnya pada pengolahan sampah. Tadi kita dengar akan ada peningkatan pemudik sekitar 20 persen,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah pengelola stasiun yang telah menyediakan tempat sampah terpilah untuk memudahkan pengolahan sejak dari sumber. Selain itu, fasilitas dispenser air minum gratis juga dinilai dapat membantu mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.

“KAI sudah menyediakan tempat sampah terpisah organik, anorganik, dan B3 serta dispenser air minum gratis, sehingga bisa mengurangi sampah plastik dari gelas maupun botol,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyampaikan bahwa kunjungan Wamen LH menjadi momentum untuk memperkuat pengelolaan sampah di berbagai fasilitas publik. Pemerintah Kota Tegal diminta mempercepat penyediaan fasilitas pengolahan sampah di titik-titik dengan aktivitas masyarakat tinggi.

“Pesan dari beliau, segera dipersiapkan tempat pengolahan sampah, sehingga sebelum sampai ke TPA sudah ada pengelolaannya di lokasi seperti stasiun, terminal, maupun pelabuhan,” kata Dedy.

Menurutnya, pengelolaan sampah ke depan harus berfokus pada pengurangan, pemilahan, pengolahan, serta daur ulang. Dengan sistem tersebut, hanya residu sampah yang nantinya dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Reporter : Supriyadi

Total Views: 110

Pos terkait