CILEGON, JurnalTerkini.id — Hari Pers Nasional (HPN) 2026 mencatatkan tinta emas dalam sejarah pers tanah air. Bertempat di Provinsi Banten, sebuah monumen bersejarah—Monumen Media Siber Indonesia—resmi berdiri sebagai simbol evolusi dan kekuatan pers digital nasional di tengah arus demokrasi.
Kehadiran monumen ini bukan sekadar seremoni. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengapresiasi langkah ini sebagai pengakuan nyata atas eksistensi pers siber dalam ekosistem media nasional.
Peresmian yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan pers pusat, daerah, hingga tokoh penting nasional.
Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, menegaskan bahwa monumen ini adalah representasi dari sebuah perjuangan.
“Ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan legacy perjuangan pers siber Indonesia dalam menjaga napas demokrasi dan mencerdaskan publik,” ujar Firdaus dengan tegas.
Pemilihan lokasi di Kota Cilegon pun memiliki nilai historis yang dalam. Mengingat pada tahun 2017 silam, SMSI pertama kali dideklarasikan di kota ini sebelum akhirnya tumbuh menjadi organisasi pers siber terbesar di Indonesia.
Mantan Wali Kota Cilegon, Iman Ariyadi, turut memberikan apresiasinya. Ia menyebut monumen ini sebagai tonggak penting bagi dunia digital.
“Monumen ini menegaskan kontribusi daerah bagi sejarah pers nasional. Ini bukan hanya milik Cilegon, tapi kebanggaan seluruh insan pers Indonesia,” tuturnya.
Dukungan senada juga disampaikan Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, yang menekankan pentingnya penguatan pers siber yang profesional dan berintegritas di era transformasi digital.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, di antaranya Sekjen SMSI Makali Kumar, SH, jajaran Pengurus SMSI Provinsi se-Nusantara, anggota Dewan Pers Yogi Hadi Ismanto, MH, serta jajaran pejabat Pemprov Banten dan Pemkot Cilegon.
Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti tepat pukul 11.30 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan Gala Dinner nasional pada malam harinya sebagai bentuk syukur atas berdirinya monumen media siber pertama di Indonesia ini.
Diharapkan, Monumen Media Siber Indonesia akan menjadi pusat refleksi bagi seluruh jurnalis untuk terus menjunjung tinggi profesionalisme dan etika jurnalistik di masa depan. (*)






