Musrenbangcam Mranggen Dorong Partisipasi Warga dalam Penyusunan RKPD Demak 2027

Demak, jurnalterkini.id — Suasana pagi yang mendung menyelimuti Pendopo Kecamatan Mranggen saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) digelar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Demak Tahun Anggaran 2027. Forum ini menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat di tengah keterbatasan anggaran dan kompleksitas persoalan pembangunan daerah.

Musrenbangcam tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Demak H. Sri Fahrudin Bisri Slamet, S.E., Ketua Komisi C DPRD Demak dari Fraksi PKB Ulin Nuha, S.Pd.I., perwakilan Baperida Demak Windi, unsur Forkopimcam Mranggen, para kepala desa se-Kecamatan Mranggen, kepala Puskesmas Mranggen 1, 2, dan 3, Ketua MUI Kecamatan Mranggen Kambali, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dan pelaku UMKM setempat.

Camat Mranggen Ali Mahbub dalam pemaparannya menekankan penguatan sektor unggulan daerah sebagai pijakan pembangunan. Ia menyebutkan arah kebijakan pembangunan Demak mengacu pada program prioritas daerah, seperti *Demak Cerdas, Religius, Produktif, Smart Government, Mantap, serta Tangguh dan Lestari.

Ali Mahbub juga memaparkan sejumlah tantangan utama yang masih dihadapi Kabupaten Demak, antara lain tingginya tingkat kemiskinan, lambatnya pertumbuhan ekonomi, ketimpangan infrastruktur, serta belum optimalnya pelayanan publik di tingkat desa dan kecamatan. Selain itu, Demak sebagai daerah penyangga pangan Jawa Tengah dinilai perlu mendorong inisiatif ekonomi hijau, memperkuat ketahanan terhadap rob dan bencana, serta meningkatkan daya saing sumber daya manusia.

“Dalam Musrenbangcam ini, setiap desa diberi ruang untuk mengajukan satu usulan prioritas agar perencanaan lebih fokus dan realistis,” ujar Ali Mahbub.

Perwakilan Baperida Demak, Windi, menegaskan bahwa proses Musrenbangcam tahun ini harus menyesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Meski demikian, ia menilai pengembangan potensi pariwisata daerah tetap menjadi salah satu peluang yang perlu dioptimalkan.

Hal senada disampaikan Sekretaris Kecamatan Mranggen A. Choliq selaku moderator. Ia menyebutkan terdapat sekitar 90 usulan dari desa-desa di Kecamatan Mranggen, sementara alokasi anggaran dari pusat yang diterima kecamatan hanya sekitar Rp1 miliar. “Kondisi ini menuntut penyelarasan dan penajaman prioritas,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Demak Sri Fahrudin Bisri Slamet, menekankan bahwa Musrenbangcam harus dijalankan dengan asas partisipatif. Menurut dia, penguatan sektor unggulan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi, dengan sektor kesehatan sebagai kebutuhan dasar yang tidak boleh diabaikan. Ia juga mendorong sinkronisasi perencanaan antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa.

“Pembangunan infrastruktur harus berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat. Kepala desa yang ingin mengusulkan program melalui jalur reses atau pokok-pokok pikiran dewan perlu menyiapkan proposal sejak dini,” ujarnya.

Ketua Komisi C DPRD Demak Ulin Nuha menambahkan, hasil Musrenbangcam harus dikawal secara konsisten hingga menjadi kesepakatan akhir dalam dokumen perencanaan daerah.

Dalam sesi dialog, sejumlah perwakilan masyarakat dan desa menyampaikan aspirasi. Kepala Desa Brumbung Sugin meminta pembangunan gapura batas wilayah antara Kota Semarang dan Kecamatan Mranggen yang telah diusulkan sejak beberapa tahun lalu. Perwakilan BPD Banyumeneng dan Tim Penggerak PKK Kecamatan Mranggen menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas kelembagaan dan kader.

Organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah mengusulkan penganggaran gaji bagi guru swasta dan guru ngaji. Forum UMKM Kecamatan Mranggen menyampaikan kendala pemasaran dan promosi produk lokal. Sementara itu, Kepala Desa Jamus Rifai mengusulkan betonisasi jalan penghubung Desa Jamus–Menur serta peningkatan penerangan jalan umum sebagai akses utama menuju pusat pemerintahan Kecamatan.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, perwakilan Baperida Demak Windi menyatakan bahwa dalam kerangka program Demak Religius, pemerintah daerah akan mengupayakan dukungan anggaran bagi guru swasta dan guru ngaji. Usulan pembangunan gapura perbatasan Demak–Semarang akan diajukan kembali, sementara persoalan UMKM akan dikoordinasikan dengan dinas terkait.

Musrenbangcam ditutup dengan penyerahan daftar usulan prioritas dari masing-masing kepala desa kepada pihak kecamatan sebagai bahan perumusan RKPD Kabupaten Demak Tahun 2027.(PH)

Total Views: 230

Pos terkait