Lebih lanjut, Atuk Yose sapaan akrabnya mengatakan bahwa kebudayaan itu abadi. Indonesia ini sangat kaya dengan kekayaan keanekaragaman budaya dan bahasa. Dengan demikian kita harus menjaga kekayaan budaya dan bahasa yang kita miliki ini.
“Indonesia di persatukan oleh kebudayaan dan juga bahasanya. Mari bersama menjaga itu semua sebagai jati diri bangsa kita, ” harap Atuk Yose
Selanjutnya, sependapat dengan yang di sampaikan oleh Atuk Yose, Anggota DPD/MPR RI asal Riau, Dr Misharti SAg MSi mengatakan bahwa budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh kelompok orang yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Menurutnya, saat ini begitu banyak pergeseran budaya yang terjadi akibat globalisasi.
“Saat ini kita sedang berada dalam situasi yang serba sulit akibat pandemi Covid-19. Dengan demikian, banyak keresahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang mengakibatkan budaya solidaritas dan persaudaraan yang tinggi semakin terkikis, ” ucap Misharti.
Rasa tepo selero melihat teman atau saudara kita yang terkena musibah atau terpapar Covid-19 semakin menipis.
Menurut putri bungsu almarhumah Dr Hj Maimanah Umar ini, banyak dari kita yang menjauh ataupun menjadi tidak peduli terhadap masyarakat yang terkena wabah internasional ini. Padahal, disaat seperti inilah seharusnya nilai persaudaraan untuk saling menguatkan harus semakin kita tingkatkan.
“Wabah ini bukan saja terjadi di Indonesia melainkan internasional. Jadi, bukan aib bagi siap yang terkena wabah ini. Jika ada teman ataupun saudara yang kena jangan dijauhkan ataupun dikucilkan. Mereka membutuhkan support dari kita sebagai orang yang ada di sekelilingnya,” cetus Misharti.






