Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Soeryadi menegaskan, pentingnya peran posyandu yang tidak hanya fokus pada bidang kesehatan saja. Dalam rapat koordinasi posyandu bidang kesehatan, beliau menyampaikan harapannya agar posyandu dapat melibatkan berbagai sektor secara bersama-sama.
“Rapat koordinasi posyandu bidang kesehatan ini kita harapkan posyandu bukan hanya bekerja di kesehatan sehingga kita mengajak lintas sektor bersama-sama mensukseskan pelayanan posyandu karena tujuan posyandu ini sungguh mulia membutuhkan dukungan,” ungkap Soeryadi.
Rakor ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antar OPD sehingga berbagai program penanganan stunting dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Dan dengan rakor ini melibatkan banyak OPD salah satu tujuan kita dapat tercapai. Mengenai persoalan stunting, di Karimun sendiri 7.1% berdasarkan data dari 2024, kita ada dari DAK bidang kesehatan yakni bantuan secara umum kepada anak-anak kita. Mudah-mudahan dengan program ini stunting bisa kita minimalisir,” lanjutnya.
Terakhir, ia mengatakan kader-kader posyandu telah mendapatkan pelatihan untuk mendeteksi stunting serta perawatan stunting pada anak.
“Stunting ini bukan karena status gizi yang tiba-tiba melainkan stunting memiliki proses panjang. Untuk itu masyarakat manfaatkan posyandu karena kader-kader posyandu kita sudah di latih dan mengerti cara mendeteksi stunting dan perawatan stunting,” akhiri.(edy)






