RAPBD Karimun 2026: Anggarkan Rp40 Miliar untuk Tunda Bayar, Fokus Dorong Ekonomi dan Infrastruktur

Sementara itu, Bupati Karimun Ing Iskandarsyah menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Karimun atas kelancaran sidang paripurna penyampaian pidato nota keuangan dan rancangan APBD 2026.

“Kami dari pemerintah Kabupaten Karimun memberikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD dimana pada hari ini telah berlangsung dengan lancar. Di dalam pidato kami, kami sampaikan bahwa rancangan nota keuangan tidak berbeda KUA PPAS karena memang kunci nota keuangan itu adalah KUA dan PPAS dan LKPD,“ ujar Iskandarsyah.

Bacaan Lainnya

Bupati Karimun Iskandar mengatakan setelah persetujuan ini tahapan berikutnya adalah disampaikan kepada gubernur Kepulauan Riau untuk dilakukan evaluasi.

“Insyaallah, dalam waktu yang terbatas harus selesai persetujuan bersama DPRD dan pemerintah Kabupaten Karimun. Akan disampaikan kepada gubernur untuk di evaluasi rancangan yang telah di sepakati tersebut,” katanya.

Ketujuh fraksi DPRD Kabupaten Karimun menyampaikan pandangan umum yang setuju terhadap nota keuangan dan rancangan APBD 2026, memungkinkan proses dilanjutkan ke tahap berikutnya.

“Pada intinya pandangan umum dari 7 fraksi yang ada mensetujui nota keuangan untuk dilanjutkan kepada tahapan berikutnya. Hampir seluruh fraksi menyampaikan bahwa nota atau rancangan RAPBD ini harus mendorong pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik dan infrastruktur serta mendorong pemerintah daerah dalam hal ini Bapenda untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah terkait retribusi dan pajak,” lanjutnya.

Bupati Karimun Ing Iskandarsyah mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Karimun mendapatkan investasi sebesar Rp37 triliun yang akan masuk ke Pulau Belat dan Pulau Gunung Papan.

“Kami kemarin sudah melakukan MOU ada keinginan investasi yang akan masuk ke pulau belat dan pulau Gunung Papan sebesar 37 Triliun. Mudah-mudahan 2026 menjadi awal masa kejayaan Kabupaten Karimun karena nantinya investasi akan terbuka,” ungkap Iskandar Bupati Karimun.

Terkait Tunda Bayar (TB) telah dianggarkan 40 Milyar dalam APBD dan menurutnya dalam hal ini perlu adanya kombinasi antara pembayaran hutang dan pembangunan.

“Mengenai tunda bayar kita susah plotting sebesar 40 Milyar di dalam APBD dan harapan kita di APBDP nanti akan kita tambahkan. Kita harus mengkombinasi antara membayar hutang dan pembangunan,” akhiri Iskandar Bupati Karimun.(edy)

Total Views: 1512

Pos terkait