KAB SOLOK, Jurnalterkini.id — Suasana terasa semarak di Istana Crown Coffee di Pasar Baru Talang, Kabupaten Solok (Kab Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Riuh penonton dan peserta dari berbagai daerah di Solok Raya memenuhi tempat yang nyaman buat nongkrong tersebut, Festival Solo Song dan Seni Tradisional 2025 tingkat Kab Solok resmi di gelar.
Puluhan peserta dari berbagai daerah di Solok Raya ikut unjuk kreativitas di ajang Festival Solo Song dan Tradisional Kreasi 2025 yang digelar 22-23 November 2025.
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Demokrat, Agus Syahdeman, membuka secara resmi Festival Solo Song dan Tradisional Kreasi 2025 tingkat Solok Raya ini beberapa waktu yang lalu.
Agus Syahdeman mengatakan bahwa kegiatan seni bagi pelajar bukan hanya sekedar perlombaan melainkan ajang pembinaan karakter generasi muda Minangkabau
“Mari kita lestarikan seni dan budaya Ranah Minang, untuk ananda pelajar SMA sederajat tampilkanlah kemampuan terbaik dan jadikanlah festival ini ruang pembelajaran sekaligus penguatan jati diri budaya kita.”ujarnya kepada Jurnalterkini pada Senin (24/11/2025).
Menurutnya bahwa kreativitas yang ditampilkan para pelajar merupakan modal besar untuk melahirkan generasi yang mampu menjaga dan mengembangkan seni budaya Minang di tengah gempuran modernisasi.
Suasana festival tampak meriah sejak hari pertama. Para peserta tampil penuh percaya diri dengan menghadirkan pertunjukan yang bukan hanya menghibur melainkan juga sarat dengan nilai tradisi yang memperlihatkan kekayaan budaya suku Minangkabau. Banyaknya peserta serta antusias pendukung, pendamping dan juga Masyarakat di Kawasan Solok Raya yang membuat kegiatan ini lebih hidup dan berwarna.
Tak hanya menjadi ajang adu talenta, festival ini juga menjadi momentum ruang pertemuan antar pelajar dari berbagai sekolah. Mereka saling berdiskusi, bertukar ide, serta memperluas jejaring kreativitas yang dapat mereka Kembangkan pada kegiatan seni berikutnya. Dengan adanya festival ini akan memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap seni tradisional.
Panitia pelaksana menyebut bahwa dukungan dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar kegiatan serupa dapat digelar setiap tahun. Sinergi berbagai pihak diyakini dapat memperkuat agenda pembinaan seni dan menjadi dorongan nyata bagi kreativitas generasi muda Solok Raya.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan talenta seni baru, tetapi juga menumbuhkan generasi yang bangga terhadap budaya Minangkabau. (Dion).






